Home Lifestyle Cetak Miliarder Muda! Berau Gandeng YKAN Sulap Siswa SMK Jadi ‘Raja’ Benih Udang Berkualitas Dunia
LifestyleNews

Cetak Miliarder Muda! Berau Gandeng YKAN Sulap Siswa SMK Jadi ‘Raja’ Benih Udang Berkualitas Dunia

Budidaya Udang Berau 2026

Share
Pemerintah Kabupaten Berau, Kalimantan Timur bersama Yayasan Konservasi Alam Nusantara (YKAN) berkolaborasi memenuhi benih udang windu bagi petambak
Pemerintah Kabupaten Berau, Kalimantan Timur bersama Yayasan Konservasi Alam Nusantara (YKAN) berkolaborasi memenuhi benih udang windu bagi petambak
Share

Usaha ini merupakan investasi perdana dari program Biru Fund yang diinisiasi YKAN, diimplementasikan melalui revitalisasi hatchery (fasilitas pembenihan) udang windu di SMK, sebagai upaya memperkuat akses petambak terhadap benih berkualitas sekaligus mendorong praktik budi daya berkelanjutan.

“Peningkatan produksi benih udang windu di SMKN 3 Tanjung Batu ini merupakan contoh nyata untuk pengembangan ekonomi kerakyatan dari hasil kolaborasi antara pemerintah, swasta, dan lembaga masyarakat,” ujar Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Berau, Abdul Majid di Berau, Jumat.

Ia menyebut bahwa kolaborasi ini merupakan terobosan dalam penyediaan benur (benih udang) unggul, termasuk hasil transformasi teknologi budi daya air payau melalui pembiayaan dari program Biru Fund.

Hasil kerja sama ini, lanjut ia, merupakan bentuk inovasi dan upaya kreatif dari pemerintah dan para pihak untuk menjawab kebutuhan mendasar petambak Berau yang selama ini kesulitan mendapat benur berkualitas.

Menurut Majid, program ini sejalan dengan visi dan misi Bupati Berau untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya di sektor perikanan.

Dia berharap program dari para mitra, seperti YKAN, dapat terus menginspirasi pihak lain untuk mengembangkan terobosan bisnis berkelanjutan, untuk masa depan sumber penghidupan masyarakat pesisir dan mendukung program inovasi yang sudah ada seperti Kawan Baik, Sang Ratu, dan Sipuri.

“Ini merupakan model kerja sama yang dapat kita replikasi, yakni bisnis berkelanjutan di sektor perikanan yang dapat berkontribusi terhadap konservasi dan peningkatan mata pencaharian masyarakat,” ujar Majid.

Sementara Direktur Program Kelautan YKAN, Muhammad Ilman mengatakan, inisiatif ini menjawab tantangan utama sektor tambak di Kabupaten Berau, yaitu keterbatasan pasokan benih yang selama ini bergantung pada daerah lain, seperti dari Surabaya (Jawa Timur) dan Tarakan (Kalimantan Utara).

Ketergantungan tersebut kerap menyebabkan ketidakpastian kualitas dan jumlah benih akibat risiko kematian benur selama pengiriman.

Share