Saya tidak tahu apa alasan Agus Mustofa berhenti dari kewartawanan. Tahu-tahu namanya terkenal sebagai penulis buku-buku tasawuf modern. Sangat produktif. Banyak bukunya yang mengundang kontroversi. Ia termasuk yang menguraikan bahwa Nabi Adam bukanlah orang pertama di dunia. Juga bukan terbuat dari tanah liat sebagaimana yang dipercaya selama ini.
Sebagai orang nuklir, Agus menghendaki semua hal harus ilmiah.
Lebih 60 buku tasawuf modern ia terbitkan. Kalau saja tidak keburu meninggal ia bertekad terus menulis buku. Pun bila jumlahnya sudah mencapai 100 buku.
Saya tidak tahu dari mana Agus Mustofa mendapatkan ilmu agama yang begitu dalam. Termasuk dalam memahami kitab suci. Belakangan ia juga laris sebagai penceramah agama.
Ternyata Agus Mustofa adalah putra Syekh Djapri Karim –tinggal di Malang tapi kelahiran Kalsel. Suku Banjar. Ibunya wanita Jawa keturunan Aceh.
Syekh Djapri Karim adalah mursyid tarekat Nahsabandiah. Ia meninggal tahun 1990 di usia 90 tahun. Di usia tuanya, Syekh Djapri menamakan aliran tarekatnya Nuhsabandiah.
“Saya pernah diberi penjelasan mengapa nama Nahsabandiah diubah menjadi Nuhsobandiah,” ujar Taufik Djapri Karim, adik sang mursyid. “Itu sama dengan Nahsabandiah tapi lebih dalam lagi,” ujar Taufik menirukan penjelasan sang mursyid.
“Setelah beliau meninggal siapa yang meggantikannya sebagai mursyid?”
“Tidak ada. Beliau yakin suatu saat ada keturunannya yang meneruskan,” ujar Taufik.
Agus-lah yang paling punya potensi sebagai penerus. Tapi Agus memilih masuk jurusan teknik nuklir UGM. Setelah jadi sarjana nuklir pun ternyata Agus tidak bisa jauh dari tarekat (tasawuf). Tapi ia pilih tasawuf yang ilmiah –tasawuf modern.
Rupanya dari ayahnyalah Agus memiliki kemampuan ilmu agama. Termasuk dalam hal tarekat. Semua itu baru saya ketahui dua hari lalu ketika saya melayat ke rumahnya di hari keempat kematiannya.
Setelah ia tidak jadi wartawan saya jarang bertemu. Ia juga sibuk dengan dakwahnya. Ia keliling Indonesia. Menulis buku. Bikin rekaman video. Sesekali minta saya menulis kata pengantar untuk buku barunya.