Home News Zulhas: Ketahanan Pangan Aman Meski Konflik Timur Tengah, Pemerintah Pastikan Stok Terkendali
News

Zulhas: Ketahanan Pangan Aman Meski Konflik Timur Tengah, Pemerintah Pastikan Stok Terkendali

Share
Menko Zulhas mengatakan Tahun Depan Tidak Ada Impor Pangan--
Share

IKNPOS.ID – Pemerintah memastikan kondisi ketahanan pangan nasional tetap dalam posisi aman di tengah memanasnya konflik di kawasan Timur Tengah. Jaminan tersebut disampaikan langsung oleh Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan saat meninjau harga kebutuhan pokok di Pasar Minggu, Jakarta, Sabtu 28 Maret 2026.

Menurut Zulhas, Indonesia tidak memiliki ketergantungan impor pangan dari kawasan Timur Tengah, sehingga dampak konflik terhadap ketersediaan bahan pangan dinilai sangat minim. Ia menegaskan bahwa sumber utama impor justru berasal dari wilayah lain seperti Eropa dan Amerika.

“Tidak ada pangan yang bergantung kepada Timur Tengah, tidak ada. Yang kita tidak bisa, seperti gandum itu dari Eropa dan Amerika. Kedelai kita tidak punya, itu dari Eropa dan Amerika. Jadi tidak ada pangan yang tergantung dari timur tengah,” kata Zulhas usai meninjau harga kebutuhan pokok di Pasar Minggu, Jakarta, Sabtu 28 Maret 2026.

Lebih lanjut, Zulhas meminta masyarakat tidak perlu khawatir atau melakukan aksi borong bahan pangan secara berlebihan. Pemerintah, kata dia, telah memastikan stok dalam negeri dalam kondisi aman dan distribusi tetap terkendali.

Ia juga menyinggung keberhasilan kebijakan swasembada pangan yang telah dijalankan pemerintah sejak awal. Dengan kebijakan tersebut, Indonesia dinilai mampu menjaga kemandirian pangan sekaligus mengantisipasi potensi krisis global.

“Beras kita tahun lalu surplus sekitar 4 juta ton, saya kira tahun ini juga akan ada 4 juta ton. Jadi Insya Allah, kalau beras tahun ini sampai tahun depan kita aman stoknya. Jagung aman, daging ayam aman, telur aman, sayur-sayuran kita tanam sendiri,” katanya.

Di sisi lain, dalam kunjungan tersebut muncul keluhan dari pedagang terkait kenaikan harga plastik yang cukup signifikan. Salah satu pedagang, Gemi (58), mengungkapkan bahwa lonjakan harga plastik mulai terasa sejak Lebaran dengan kenaikan sekitar Rp6 ribu per kemasan.

Menanggapi hal itu, Zulhas mengakui bahwa persoalan tersebut tidak hanya terjadi di Pasar Minggu, tetapi juga dialami pedagang di berbagai daerah. Ia menyebut kenaikan harga plastik dipicu oleh melonjaknya harga bahan baku berupa biji plastik yang berasal dari minyak bumi.

Share
Related Articles
News

Korlantas Siapkan One Way Lokal KM 390–KM 70, Antisipasi Lonjakan Arus Balik

IKNPOS.ID - Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri bersiap menerapkan rekayasa lalu lintas...

News

KBRI Kuala Lumpur Laporkan Akun TikTok Palsu, Warga Diminta Waspada Penipuan

IKNPOS.ID - Kedutaan Besar Republik Indonesia di Kuala Lumpur (KBRI KL) mengambil...

penambangan batu bara ilegal
News

Bongkar Korupsi Tambang Batu Bara Ilegal di Kalteng, Kejagung Jebloskan Bos PT AKT ke Balik Jeruji Besi

IKNPOS.ID - Praktik penambangan batu bara ilegal yang dijalankan PT Asmin Koalindo...

News

Sinyal Panas 1 April 2026: Akankah Harga BBM Indonesia Meledak Menyusul Thailand dan Filipina?

IKNPOS.ID - Kabar mengenai penyesuaian harga Bahan Bakar Minyak (BBM) kembali menjadi...