IKNPOS.ID – Perjalanan Maverick Vinales di musim MotoGP 2026 belum menunjukkan tanda-tanda kebangkitan. Setelah menjalani serangkaian tes pramusim yang cukup menjanjikan, performanya justru merosot tajam saat kompetisi resmi dimulai. Hasil yang didapat jauh dari ekspektasi, bahkan membuatnya kesulitan bersaing di papan tengah.
Dalam beberapa balapan awal, Vinales tampak kesulitan menemukan ritme. Ia tertinggal cukup jauh dari para rival, termasuk rekan sesama pengguna motor KTM yang mampu tampil lebih kompetitif. Situasi ini memunculkan tanda tanya besar, mengingat persiapan yang dilakukan sebelumnya dinilai cukup matang.
Program Latihan Bersama Lorenzo Jadi Sorotan
Salah satu faktor yang ikut disorot adalah kerja sama dengan Jorge Lorenzo. Juara dunia tiga kali MotoGP itu direkrut sebagai pelatih performa untuk membantu Vinales mengembangkan potensi maksimalnya.
Kolaborasi ini awalnya dianggap sebagai langkah strategis. Keduanya memiliki pengalaman panjang di MotoGP, meski sempat dikenal sebagai rival di lintasan. Banyak pihak berharap pendekatan Lorenzo bisa membantu Vinales lebih konsisten dan kompetitif.
Namun, hasil di lintasan sejauh ini belum mencerminkan dampak signifikan dari program tersebut. Vinales masih kesulitan menembus posisi kompetitif, bahkan sering kali finis di luar zona poin. Hal inilah yang kemudian memicu pertanyaan mengenai efektivitas metode latihan yang diterapkan.
Absennya Lorenzo Perkuat Spekulasi
Sorotan terhadap program ini semakin tajam setelah absennya Lorenzo dalam beberapa seri balapan terbaru. Ia tidak terlihat mendampingi Vinales di paddock, termasuk pada balapan di Brasil dan juga dipastikan tidak hadir di seri berikutnya.
Ketidakhadiran tersebut menimbulkan spekulasi bahwa peran Lorenzo tidak lagi sebesar yang direncanakan. Meski belum ada pernyataan resmi terkait perubahan kerja sama, situasi ini cukup untuk memancing berbagai asumsi di kalangan pengamat MotoGP.
Vinales sendiri memilih untuk tidak banyak berkomentar. Ia menegaskan bahwa fokus utamanya saat ini adalah memperbaiki performa di lintasan, bukan menanggapi rumor yang beredar.