IKNPOS.ID – Max Verstappen menghadapi salah satu akhir pekan paling sulitnya bersama Red Bull pada Grand Prix China. Pembalap asal Belanda itu mengaku mobil yang ia kendarai tidak memberikan rasa percaya diri di lintasan, bahkan setelah tim melakukan sejumlah perubahan besar pada setelan mobil.
Performa Red Bull terlihat kurang meyakinkan sejak awal rangkaian balapan di Shanghai. Dalam sprint race, Verstappen memulai dari posisi kedelapan, namun start yang buruk membuatnya sempat terlempar hingga posisi ke-14 sebelum akhirnya berhasil finis di urutan kesembilan.
Situasi tersebut menjadi tanda bahwa Red Bull tidak tampil sekuat biasanya pada seri kali ini.
Kualifikasi Tidak Sesuai Harapan
Harapan untuk memperbaiki performa muncul saat sesi kualifikasi. Tim Red Bull mencoba melakukan perubahan signifikan pada setelan mobil agar Verstappen dapat lebih kompetitif.
Namun upaya tersebut ternyata tidak memberikan hasil yang diharapkan. Verstappen hanya mampu menempati posisi kedelapan dan tertinggal hampir satu detik dari peraih pole position Andrea Kimi Antonelli.
Hasil ini membuat Verstappen cukup pesimistis menghadapi balapan utama.
Ia mengatakan bahwa tim sudah mencoba banyak hal untuk memperbaiki mobil, tetapi perubahan tersebut tidak memberikan perbedaan berarti.
Mobil Tidak Memberikan Kendali Penuh
Verstappen menjelaskan bahwa masalah utama yang ia rasakan bukan hanya soal kecepatan, tetapi juga kendali mobil.
Menurutnya, mobil Red Bull tidak memberikan rasa stabil saat dipacu di lintasan. Hal itu membuatnya sulit untuk mengemudi dengan agresif seperti biasanya.
Ia bahkan menggambarkan setiap lap yang dijalaninya terasa seperti bertahan hidup karena mobil tidak mudah dikendalikan.
Kondisi tersebut membuat Verstappen tidak dapat menekan mobil secara maksimal. Ia merasa tidak benar-benar mengontrol mobil ketika mencoba meningkatkan kecepatan.
Masalah Bukan Hanya dari Mesin
Dalam penjelasannya, Verstappen juga menyinggung soal unit tenaga yang digunakan mobil Red Bull. Ia mengakui ada sedikit perbedaan performa pada sisi tersebut, namun ia menilai itu bukan penyebab utama dari kesulitan yang dialami tim.
Menurut Verstappen, masalah terbesar justru berasal dari karakter mobil yang tidak stabil. Mobil tersebut sering kehilangan traksi ketika ia mencoba mendorong lebih keras di lintasan.
Hal ini membuat Verstappen tidak memiliki referensi yang jelas untuk meningkatkan performa dari satu lap ke lap berikutnya.