Sudah Menyebar ke Puluhan Negara
Laporan tersebut juga menyebutkan bahwa BA.3.2 telah terdeteksi di sedikitnya 23 negara yang tersebar di Afrika, Asia, Eropa, Amerika Utara, hingga Oseania.
Di Amerika Serikat, varian ini ditemukan dalam sampel air limbah di 25 negara bagian, serta pada sejumlah sampel klinis dari saluran pernapasan.
Meski belum dikategorikan sebagai ancaman utama, penyebaran global varian ini tetap menjadi perhatian serius para ahli kesehatan.
COVID-19 Masih Berdampak Besar
Enam tahun sejak pandemi dimulai, COVID-19 masih memberikan dampak signifikan terhadap kesehatan masyarakat global. Data awal Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) untuk periode Oktober 2025 hingga Maret 2026 memperkirakan terdapat hingga 10,4 juta kasus dengan angka kematian antara 12.000 hingga 35.000 jiwa.
Sementara itu, Organisasi Kesehatan Dunia mencatat total kasus COVID-19 global telah melampaui 779 juta kasus hingga saat ini.
Para ilmuwan menegaskan pentingnya pengawasan berkelanjutan terhadap perkembangan virus ini, termasuk varian-varian baru yang berpotensi muncul.
“Data pengawasan yang kuat akan terus memandu kesiapan CDC, memastikan respons tepat waktu terhadap varian SARS-CoV-2 yang muncul, dan memandu pengambilan keputusan tentang pembaruan komposisi vaksin COVID-19,” tulis para penulis. *