Intinya turis yang ke Piramid sekarang punya objek tambahan: museum itu.
Setelah berputar di sekitar museum kami balik ke tol lagi –meneruskan perjalanan ke Alexandria. Setengah jam kemudian Kang Fauzi menunjuk ke arah timur: di sana kampungnya Mo Salah –bintang sepak bola Liverpool Mohamed Salah. Mungkin 50 km di timur sana.
Di kampung itu sering terjadi penyembelihan sapi. Setiap kali Salah bikin gol ada sapi yang disembelih. Dagingnya dibagikan ke masyarakat. Kalau dalam satu pertandingan Salah membuat dua gol, dua sapi dipotong.
Kami melupakan Salah. Terus menyusuri kemerdekaan ke barat laut. Kanan kiri jalan tol tanahnya subur. Itulah yang dulu wilayah banjir abadi. Lalu belakangan jadi lahan pertanian setelah banjir bisa dikendalikan lewat bendungan Aswan di Hulu sungai Nil.
Model jalan tol begini hanya ada di Mesir. Dia tidak berkiblat ke mana-mana. Mesir bangga dengan kejayaan masa silamnya (Dahlan Iskan)







