Catatan Dahlan Iskan

Tamparan Mojtaba

Share
Tamparan Mojtaba
Mojtaba Khamenei Diumumkan sebagai Pemimpin Tertinggi Iran yang Baru di Tengah Ketegangan Perang---dok. iMArabic
Share

Alangkah lambatnya sistem lama itu. Juga alangkah sulitnya cari kurir yang benar-benar bisa dipercaya.

Di zaman satelit, G5/6 dan AI ini dunia seperti telanjang. Betapa hebatnya Iran tetap bisa membalas serangan dalam keadaan seperti itu.

Tentu Mojtaba tidak akan hidup apa adanya seperti ayahnya. Pengamanan terhadap Mojtaba pasti istimewa. Sehari harus pindah berapa kali. Itu pula yang dilakukan Imam Nasrullah, pemimpin tertinggi Hisbullah di Lebanon. Tapi akhirnya termonitor juga. Rumah tempat transitnya di Beirut dijatuhi bom sampai seberat 80 ton.

Sampai hari ini belum ada satu kali pun Mojtaba tampil. Belum juga menyampaikan pidato. Tidak ada juga potongan video yang beredar yang berisi pesan-pesan darinya. Tentu Mojtaba harus dijaga keras.

Kejadian yang menimpa ayahnya tidak boleh terulang. Juga yang menimpa pemimpin tertinggi Hisbullah, Imam Nasrullah, di Lebanon.

Tapi dunia pegitu telanjang. Sungguh rumit memikirkan itu. Padahal hidup kita sendiri sudah rumit. Kita kena serangan trisula ekonomi: rupiah merosot, bursa saham runtuh, dan harga minyak dunia menyentuh USD100 per barel –naik dari USD65.

Memang harga minyak sudah mulai turun. Harga kaget yang mencapai USD100 sudah reda. Tapi tidak ada yang busa menjamin tidak bergejolak lagi.

Itu bisa langsung mengancam keseimbangan fiskal kita. Dan itu juga telanjang: mudah dibaca oleh analis dan lembaga pemeringkat dunia. Menkeu Purbaya kini menghadapi ujian yang sebenarnya. Yang meski –seperti yang diteorikannya– eksternal hanya memainkan 10 persen, kali ini yang 10 persen bisa memveto yang 90 persen.

Untung manusia hidup itu harus tetap hidup. Manusia hidup akan selalu mampu mencari jalan keluar dari berbagai kesulitan. Hanya sedikit yang tetap sulit. Lebih sedikit lagi yang semakin sulit.(Dahlan Iskan)

Share
Related Articles
Fir'aun Baik
Catatan Dahlan Iskan

Fir’aun Baik

Oleh: Dahlan Iskan Fir'aun yang ke 18 lah yang mumminya paling banyak...

Catatan Dahlan Iskan

Tol Tentara

Oleh: Dahlan Iskan Yang paling saya kagumi selama di Mesir adalah jalan...

Ziarah Ziarah
Catatan Dahlan Iskan

Ziarah Ziarah

Oleh: Dahlan Iskan Ziarah pertama saya di Kairo: ke makam Imam Syafi'i....

Serangan Fajar
Catatan Dahlan Iskan

Serangan Fajar

Oleh: Dahlan Iskan Perlunya minoritas diperlakukan secara fair terbukti di dua kejadian:...