IKNPOS.ID – Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI Jakarta mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap dampak suhu panas ekstrem yang melanda Ibu Kota dalam beberapa hari terakhir.
Tercatat, suhu udara di Jakarta sempat mencapai 35,6 derajat Celsius. Berdasarkan data dari BMKG, kondisi panas ini diperkirakan masih akan berlanjut hingga mendekati Lebaran 2026.
Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta, Ani Ruspitawati, menjelaskan bahwa suhu tinggi dapat memicu berbagai gangguan kesehatan. Salah satunya adalah heat stroke, kondisi darurat yang ditandai dengan suhu tubuh sangat tinggi, kulit kering dan panas, hingga gangguan kesadaran.
Selain itu, masyarakat juga diminta mewaspadai heat exhaustion yang ditandai dengan pusing, mual, sakit kepala, kram otot, dan keringat berlebih. Risiko lain yang tak kalah serius adalah dehidrasi berat yang dapat berujung pada gangguan ginjal akut.
Tidak hanya itu, cuaca panas ekstrem juga bisa membebani kerja jantung, memperparah penyakit seperti kardiovaskular dan diabetes, serta memicu iritasi kulit hingga meningkatkan risiko kanker kulit.
“Dinas Kesehatan DKI Jakarta mengimbau masyarakat untuk menjaga kondisi tubuh saat cuaca panas untuk mencegah gangguan kesehatan,” ujar Ani dalam keterangannya, Kamis, 19 Maret 2026.
Kelompok rentan seperti lansia, anak-anak, dan pekerja di luar ruangan menjadi pihak yang paling berisiko terdampak kondisi ini.
Terkait pola konsumsi, masyarakat diimbau tetap memperhatikan asupan cairan, terutama selama menjalankan ibadah puasa. Air putih tetap menjadi pilihan utama karena mudah diserap tubuh.
Selain itu, larutan rehidrasi seperti oralit dapat membantu menggantikan elektrolit yang hilang. Alternatif lainnya adalah air kelapa dan minuman isotonik yang dapat membantu menjaga keseimbangan cairan tubuh.
“Jus buah tanpa tambahan gula juga dapat menjadi pilihan karena mengandung air dan vitamin yang membantu hidrasi ringan,” tandasnya.
Untuk mencegah dampak buruk paparan panas ekstrem, berikut beberapa langkah yang disarankan:
- Menghindari aktivitas di luar ruangan pada pukul 10.00–14.00
- Menggunakan pelindung seperti topi atau payung
- Mengenakan pakaian ringan dan longgar
- Menggunakan tabir surya minimal SPF 30
- Minum air putih minimal dua liter per hari
- Mengonsumsi buah-buahan yang kaya air
- Mengganti cairan tubuh dengan minuman berelektrolit
Masyarakat diimbau untuk tidak mengabaikan kondisi tubuh, terutama di tengah cuaca panas yang berpotensi mengganggu kesehatan selama periode mudik dan Lebaran.