IKNPOS.ID – Sejumlah jemaah umrah di Provinsi Banten batal berangkat ke Tanah Suci pada bulan Ramadan ini karena beberapa maskapai menunda jadwal penerbangan akibat konflik Israel-Amerika Serikat melawan Iran.
Rangga Jaya, jemaah asal Pandeglang, menjelaskan bahwa keberangkatannya yang dijadwalkan pertengahan Maret terpaksa ditunda karena kondisi wilayah Timur Tengah belum aman.
“Nanti saja kalau sudah aman, baru berangkat umrah. Sekarang mah jangan dulu, masih belum aman,” ujarnya, Senin (2/3/2026).
Marketing Manager Aminin Travel, KH Abdul, mengakui bahwa perang tersebut berdampak terhadap jadwal penerbangan, sehingga sejumlah jemaah menunda keberangkatan. Travel tersebut memiliki jemaah yang akan berangkat 11 Maret sebanyak 37 orang, sementara 45 jemaah yang ada di Mekah dijadwalkan pulang 10 Maret.
Sejumlah maskapai menyesuaikan jalur penerbangan atau menunda jadwal sebagai mitigasi risiko, sehingga penyesuaian ini juga dirasakan oleh jemaah di Indonesia maupun yang sudah berada di Arab Saudi. Berdasarkan data SISKOPATUH, sebanyak 58.873 jemaah Indonesia masih berada di Arab Saudi.
Direktur Jenderal Bina Penyelenggaraan Haji dan Umrah, Puji Raharjo mengimbau jemaah untuk tetap tenang, berkoordinasi dengan PPIU, KUH, KJRI Jeddah, dan KBRI Riyadh, serta tidak panik meski ada potensi penundaan.
Beberapa travel seperti Al Inayah dan Mitra Samira Travel menyatakan keberangkatan tetap mengikuti jadwal selama maskapai belum menunda penerbangan langsung ke Arab Saudi. “Selama pihak penerbangan tidak melakukan jadwal ulang, perjalanan akan tetap dilaksanakan,” kata Haromain Rahmatullah, pengelola Al Inayah.
Uswatun Hasanah dari Global Energy Multazam (GEM) menegaskan bahwa jemaah yang berangkat melalui maskapai langsung seperti Garuda atau Saudia masih aman dan dapat melaksanakan perjalanan umrah.
Ketua DPRD Banten Fahmi Hakim juga tetap berangkat pada Senin, 2 Maret 2026, bersama istrinya menggunakan Garuda setelah mendapat kepastian bahwa perjalanan aman.
Kepala Kantor Kemenhaj Kabupaten Lebak, Halimatussadiah, memastikan seluruh jemaah dari lima KBIHU resmi telah kembali dengan selamat. Sementara Kepala Kanwil Kemenhaj Samsudin menegaskan pemerintah terus memantau situasi untuk menjamin perjalanan ibadah jemaah aman dan nyaman.
Intinya, penundaan keberangkatan hanya berlaku untuk sebagian jemaah tergantung maskapai dan rute penerbangan, sementara yang menggunakan jalur langsung ke Arab Saudi tetap berangkat sesuai jadwal.







