IKNPOS.ID – Kepala Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN), Basuki Hadimuljono, membeberkan peta jalan besar IKN untuk tahun 2026. Dalam rapat terbaru bersama Komisi II DPR RI, “Pak Bas” menegaskan bahwa tahun 2026 akan menjadi tahun krusial bagi pemindahan personel pemerintahan dan pembangunan infrastruktur inti.
Berdasarkan Rencana Strategis (Renstra) OIKN 2025–2029, berikut adalah poin-poin utama yang akan mengubah wajah Nusantara di tahun 2026:
1. Eksodus ASN: Target Hingga 4.100 Pegawai
Tahun 2026 bukan lagi sekadar wacana pemindahan. OIKN telah menetapkan indikator rencana kerja untuk memboyong abdi negara ke Kalimantan Timur.
- Target Pemindahan: Antara 1.700 hingga 4.100 ASN.
- Kesiapan Hunian: Pembangunan rumah tangga yang layak, terjangkau, dan berkelanjutan menjadi prioritas agar ASN betah di ibu kota baru.
2. Fokus Infrastruktur: Kantor Legislatif & Yudikatif
Setelah istana presiden rampung, fokus pembangunan kini bergeser ke lembaga tinggi negara lainnya. Basuki menyebutkan pembangunan gedung untuk:
- Lembaga Legislatif: Kantor bagi DPR RI dan MPR RI.
- Lembaga Yudikatif: Kantor bagi Mahkamah Agung dan lembaga peradilan lainnya.
- Kawasan Inti (KIPP): Penataan ruang seluas 850 hingga 1.100 hektare.
3. Kota Cerdas (Smart City) & Konektivitas Modern
IKN didesain bukan sebagai kota biasa, melainkan ekosistem digital masa depan. Prioritas utama mencakup:
- Smart City: Implementasi sistem informasi kota cerdas dan layanan perizinan digital.
- Infrastruktur Bawah Tanah: Pembangunan jaringan utilitas bawah tanah (MUT) agar tidak ada kabel yang semrawut di udara.
- Transportasi Publik: Pengembangan layanan angkutan umum massal perkotaan yang modern.
4. Lebih dari Sekadar Bangunan: Superhub Ekonomi
Basuki juga menekankan bahwa IKN 2026 akan mengejar target Superhub Ekonomi dan ketahanan pangan.
“Kegiatan ini meliputi pemberdayaan ekonomi masyarakat, peningkatan investasi, perlindungan hutan, hingga pengembangan kawasan pertanian berkelanjutan,” jelas Basuki.
Hal ini dilakukan agar IKN tidak hanya menjadi pusat pemerintahan, tetapi juga pusat pertumbuhan ekonomi baru yang ramah lingkungan.