Catatan Dahlan Iskan

Pulang Kotor

Share
Pulang Kotor
Bersama tamu dari Tiongkok melihat PLTS terapung di Waduk Cirata.--
Share

Kalau saja ke Jagat Ars atau ke DQ saya akan ajak mereka. Biar tahu apa itu Idulfitri. Gantian. Saya bilang kepada mereka saya sudah sering Idulfitri di Tiongkok.

Malamnya saya dapat WA dari istri: pemerintah memutuskan Lebarannya hari Sabtu. “Berarti bisa Lebaran bersama anak cucu,” kata istri.

Tentu bisa. Kalau ada takdir.

Berarti Jumat pagi saya bisa lebih pagi berangkat ke Cirata. Tidak harus menunggu selesai salat Idulfitri. Ada yang akan kami lihat di sana. Kan tidak harus selalu orang Indonesia yang belajar ke Tiongkok. PLTS terapung di waduk Cirata itu sangat menarik: pertama sebesar 200 MW di Asia Tenggara.

Saya sudah ukur jarak Swiss-Belhotel Serpong ke Cirata: tiga jam. Berarti cukup waktu untuk ke Surabaya dengan pesawat paling malam. Bahkan masih bisa satu acara lagi sepulang dari Cirata: mesong ke Grand Heaven di Pluit Jakarta. Jenazah Bambang Hartono sudah tiba dari Singapura. Akan disemayamkan di situ dua hari –sebelum disemayamkan di Kudus, pusat bisnis rokok Djarum.

Dari Kudus jenazah akan dibawa ke makam keluarga di Rembang. Di situ sudah lama disiapkan lubang untuk jenazah Bambang Hartono. Juga lubang untuk keluarga inti pemilik kerajaan bianis grup Djarum (Rokok Djarum, Bank BCA, elektronik Polytron dan banyak lagi).

Anda sudah tahu: Bambang Hartono “gila” bridge. Olahraga otak itu masuk ke tulang sumsumnya. Suatu saat Bambang menghubungi saya: agar saya mau menjadi ketua umum GABSI –asosiasi olahraga bridge di bawah KONI. Tentu saya tidak mau. Saya bukan orang Manado.

Tapi Bambang merayu sedemikian rupa. Bahwa saya tidak mengerti bridge banyak yang akan bantu. Misalnya TP Rachmat, tokoh bisnis di balik sukses Astra. Kami pun rapat bertiga. “Secara teknis kan banyak yang bisa bantu,” kata TP Rachmat.

Tentu saya tahu di dunia bridge ada Eddy Manoppo bersaudara. Ada juga Bert Toar. Mereka juara-juara bridge Indonesia. Bridge-lah olahraga yang bisa membawa Indonesia ke forum dunia –di samping bulutangkis dan belakangan panjat tebing.

Maka saya jadwalkan pukul 16.00 ke Grand Heaven. Bersama rombongan dari Tiongkok itu. Dari sana sudah tidak jauh lagi ke bandara Cengkareng.

Share
Related Articles
Hari Kemenangan?
Catatan Dahlan Iskan

Hari Kemenangan?

Oleh: Dahlan Iskan Tidak hanya saya yang tidak bisa kumpul keluarga di...

Catatan Dahlan Iskan

Garam Listrik

Oleh: Dahlan Iskan https://youtu.be/6gtSTkIJcec Dari pabrik alat berat terbesar di dunia, saya...

XCMG Mlilir
Catatan Dahlan Iskan

XCMG Mlilir

Oleh: Dahlan Iskan Pabrik hebat yang saya kunjungi ini dulunya hanya pembuat...

Otak Maextro
Catatan Dahlan Iskan

Otak Maextro

Oleh: Dahlan Iskan Saya naik iPhone di Xuzhou, Tiongkok. Kali pertama dalam...