Home News Program MBG Dioptimalkan 5 Hari, Hemat Rp20 Triliun
News

Program MBG Dioptimalkan 5 Hari, Hemat Rp20 Triliun

Share
Share

IKNPOS.ID – Pemerintah terus menyempurnakan pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) guna meningkatkan efisiensi anggaran. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, mengungkapkan potensi penghematan dari optimalisasi program ini bisa mencapai Rp20 triliun.

Dalam konferensi pers di Jakarta, Selasa, Airlangga menjelaskan bahwa optimalisasi dilakukan dengan menyesuaikan distribusi makanan segar menjadi lima hari dalam satu pekan, khususnya untuk anak sekolah.

“Potensi penghematan dari kebijakan ini mencapai Rp20 triliun,” ujarnya.

Skema Baru MBG: Lebih Efisien dan Tepat Sasaran

Kebijakan ini merupakan bagian dari strategi pemerintah dalam mendorong transformasi ekonomi yang lebih efisien, produktif, dan tahan terhadap dinamika global.

Namun demikian, penerapan skema lima hari tidak berlaku untuk semua wilayah. Pemerintah memberikan pengecualian bagi:

  • Daerah 3T (tertinggal, terdepan, dan terluar)
  • Wilayah dengan tingkat stunting tinggi
  • Asrama atau wilayah dengan kebutuhan khusus

Distribusi Disesuaikan Kondisi Wilayah

Wakil Kepala Badan Gizi Nasional Bidang Komunikasi Publik dan Investigasi, Nanik Sudaryati Deyang, menjelaskan bahwa makanan segar akan dibagikan lima kali dalam lima hari untuk anak sekolah.

Sementara itu, untuk wilayah 3T, distribusi akan menggunakan makanan kering yang lebih praktis dan tahan lama.

“Makanan segar dibagikan lima hari untuk anak sekolah. Sedangkan di wilayah 3T diberikan makanan kering seperti susu, buah, roti, dan bahan pangan lain yang mudah disimpan serta didistribusikan,” jelas Nanik.

Jaga Kualitas Pangan dan Efektivitas Distribusi

Penyesuaian ini dilakukan untuk memastikan kualitas makanan tetap terjaga sekaligus meningkatkan efisiensi distribusi, terutama di daerah dengan kondisi geografis yang sulit dijangkau.

Selain itu, pemerintah menekankan pentingnya pendataan yang akurat dalam menentukan wilayah prioritas penerima manfaat.

Acuan Data Nasional untuk Intervensi Gizi

Penentuan daerah prioritas mengacu pada data terbaru dari Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) 2024 yang dirilis oleh Kementerian Kesehatan.

Data tersebut digunakan untuk mengidentifikasi wilayah dengan kebutuhan intervensi gizi tinggi, terutama di kawasan Indonesia Timur.

Share
Related Articles
News

Realisasi Belanja Pusat di Kaltim Tembus Rp1,69 Triliun, Proyek Tol IKN Jadi Penyerap Terbesar

IKNPOS.ID - Serapan anggaran pemerintah pusat di Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) sepanjang...

News

Basuki Pastikan Wapres Gibran Mulai Berkantor di IKN Tahun Ini, Kantor dan Fasilitas Sudah Siap

IKNPOS.ID - Kepala Otorita Ibu Kota Nusantara, Basuki Hadimuljono, memastikan Wakil Presiden...

News

Pemerintah Tegaskan Harga BBM Tetap Stabil Meski Isu Konflik Iran–Israel Meningkat

Mensesneg Prasetyo Hadi, menyampaikan bahwa pemerintah telah melakukan koordinasi dengan Kementerian ESDM...

News

2 Prajurit TNI Gugur di Lebanon, Total Korban Jadi 3 Orang

Kemhan mengonfirmasi dua prajurit TNI yang tergabung dalam misi Pasukan Perdamaian PBB...