IKNPOS.ID – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) merilis peringatan dini terkait potensi hujan lebat dan cuaca ekstrem yang diprediksi mengepung sejumlah wilayah Indonesia pada 9–10 Maret 2026. Peningkatan aktivitas atmosfer ini dipicu oleh kemunculan Bibit Siklon Tropis 98S serta fenomena gelombang atmosfer aktif.
Masyarakat diimbau waspada terhadap risiko banjir, tanah longsor, hingga angin kencang yang mungkin menyertai guyuran hujan dengan intensitas sedang hingga lebat.
Pemicu Cuaca Ekstrem: Bibit Siklon 98S & Gelombang Kelvin
Berdasarkan pantauan radar BMKG, terdapat tiga fenomena utama yang memicu “ledakan” awan hujan di langit Nusantara:
- Bibit Siklon Tropis 98S: Terdeteksi di Samudra Hindia, barat daya Bengkulu. Meski bergerak menjauh ke arah barat daya, sistem ini menarik massa udara yang meningkatkan intensitas hujan di wilayah sekitarnya.
- Gelombang Kelvin & Low Frequency: Gelombang atmosfer ini sedang aktif di wilayah Sumatra, Jawa, hingga Papua, yang memicu pertumbuhan awan konvektif (penghasil petir dan hujan lebat).
- Sirkulasi Siklonik: Terpantau di barat Sumatera Utara dan Aceh, menciptakan daerah pertemuan angin (konvergensi) yang memanjang di sepanjang pesisir barat.
Peta Sebaran Hujan: Wilayah Mana yang Paling Rawan?
Berikut adalah daftar wilayah berdasarkan level peringatan dini BMKG untuk dua hari ke depan:
Senin, 9 Maret 2026
- Waspada Hujan Lebat: Jawa Tengah, DIY, Jawa Timur, Kalimantan Selatan, Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, dan Sulawesi Tenggara.
- Hujan Sedang: DKI Jakarta, Jabar, Banten, Bali, NTB, NTT, seluruh Sumatra (kecuali Aceh), Kalimantan Tengah/Utara, dan Papua.
- Hujan Ringan: Maluku.
Selasa, 10 Maret 2026
- Waspada Hujan Lebat: Sumatra Selatan, Kalimantan Barat, Maluku Utara, dan Papua.
- Hujan Sedang: Sebagian besar Jawa (kecuali DKI), Sumatra (Utara/Barat/Riau), Kalimantan Tengah/Timur, Sulawesi, dan NTT.
- Hujan Ringan: DKI Jakarta, Lampung, NTB, Kalsel, Kaltara, dan Gorontalo.
Mengingat tingginya potensi banjir lokal dan pohon tumbang, BMKG menyarankan langkah-langkah mitigasi berikut:







