Home News Pemerintah Tegaskan Impor 1.000 Ton Beras AS Bukan untuk Konsumsi Umum
News

Pemerintah Tegaskan Impor 1.000 Ton Beras AS Bukan untuk Konsumsi Umum

Pemerintah memberikan penjelasan terkait rencana impor beras dari Amerika Serikat (AS).

Share
perusahaan beras curang
Kementan ungkap 212 perusahaan beras diduga lakukan kecurangan, 10 di antaranya sudah dipanggil Bareskrim. Simak data lengkap, tanggapan ahli pertanian dan pengamat hukum.Foto:IST
Share

IKNPOS.ID – Pemerintah memberikan penjelasan terkait rencana impor beras dari Amerika Serikat (AS). Beras yang akan didatangkan disebut bukan beras konsumsi harian masyarakat, melainkan beras khusus dengan spesifikasi tertentu.

Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan menyampaikan, volume impor tersebut hanya sekitar 1.000 ton dan merupakan bagian dari skema kerja sama dagang timbal balik antara Indonesia dan Amerika Serikat yang dikenal sebagai Agreement of Reciprocal Trade (ART).

“Yang beras, itu mengenai beras khusus,” kata Zulhas usai rapat terbatas di Istana Kepresidenan Jakarta, Senin, 2 Maret 2026.

Ia menegaskan, jenis beras yang dimaksud bukan beras medium atau premium yang biasa dikonsumsi masyarakat luas. Produk tersebut menyasar segmen tertentu, seperti beras khas Jepang atau beras dengan spesifikasi khusus bagi kebutuhan kesehatan.

“Seperti Jepang gitu, ada beras Jepang, disebut beras khusus. Nah kalau beras khusus, ada juga beras buat orang yang kena gula gitu. Kita yang jelas bukan beras yang buat makanan kita,” ujarnya.

Menurut Zulhas, impor beras khusus bukan kebijakan baru. Indonesia sebelumnya juga memiliki perjanjian serupa dengan Jepang untuk memenuhi kebutuhan restoran Jepang yang memerlukan jenis beras tertentu yang tidak diproduksi secara massal di dalam negeri.

Saat ditanya alasan tidak memproduksi sendiri, ia mengakui faktor harga menjadi pertimbangan.

“Mahal itu, 100 ribu lebih satu kilo kan? Siapa mau beli kan? Yang beli kan yang makan di restoran Jepang aja,” katanya.

Ia kembali menekankan bahwa kebijakan ini tidak berkaitan dengan kemampuan produksi nasional, melainkan menyasar ceruk pasar yang sangat spesifik dengan harga relatif tinggi.

“Kayak beras Jepang tuh Rp 100 ribu kan satu kilogramnya,” tambahnya.

Dengan demikian, pemerintah memastikan impor 1.000 ton beras dari AS tersebut tidak akan memengaruhi stabilitas pasar beras dalam negeri. Beras yang diimpor diperuntukkan bagi kebutuhan khusus dan tidak menggantikan beras lokal yang menjadi konsumsi mayoritas masyarakat Indonesia.

Share
Related Articles
News

Kemenhub Tutup Sementara Penyeberangan ke Bali Saat Hari Raya Nyepi 2026

Kemenhub mengumumkan penutupan sementara layanan penyeberangan dari dan menuju Bali selama perayaan...

Jemaah Haji Indonesia
News

Situasi Timur Tengah Bikin Sebagian Jemaah Umrah Banten Tunda Keberangkatan

IKNPOS.ID - Sejumlah jemaah umrah di Provinsi Banten batal berangkat ke Tanah...

Detik-detik Mencekam 6 Pilot AS Selamat dari Neraka Friendly Fire!
News

Detik-detik Mencekam 6 Pilot AS Selamat dari Neraka Friendly Fire!

IKNPOS.ID - Tiga unit jet tempur F-15E Strike Eagle kebanggaan Angkatan Udara...

News

Satu WN China Tewas di Teheran, Beijing Evakuasi 3.000 Warga dari Iran

IKNPOS.ID  – Pemerintah China memastikan satu warganya meninggal dunia akibat serangan gabungan...