Sri, salah satu warga, mengatakan harga LPG 3 kilogram yang dijual dalam operasi pasar jauh lebih terjangkau.
“Kalau di warung biasanya bisa sampai Rp30.000, tapi di pasar murah ini hanya Rp20.000,” ujarnya.
Hal senada juga disampaikan warga lainnya, Meri. Ia berharap kegiatan gerakan pangan murah bisa digelar secara rutin karena sangat membantu masyarakat memenuhi kebutuhan sehari-hari.
“Kalau sering diadakan seperti ini tentu sangat membantu, karena harganya memang jauh lebih murah,” katanya.
Melalui program ini, Otorita Ibu Kota Nusantara berharap stabilitas harga pangan tetap terjaga dan masyarakat di sekitar kawasan IKN dapat merasakan manfaat langsung dari pembangunan ibu kota baru Indonesia.