IKNPOS.ID – Kabar penting bagi masyarakat yang bersiap mudik Lebaran 2026. Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri memastikan tidak ada penindakan tilang manual selama pelaksanaan Operasi Ketupat 2026.
Penegakan hukum akan sepenuhnya mengandalkan sistem elektronik atau Electronic Traffic Law Enforcement (e-TLE).
Kebijakan ini ditegaskan Kakorlantas Polri, Irjen Agus Suryonugroho, usai memimpin Tactical Floor Game (TFG) persiapan Operasi Ketupat di Gedung NTMC Polri, Jakarta Selatan, Selasa (3/3/2026).
Operasi Ketupat 2026: Prioritaskan Pelayanan dan Keselamatan
Irjen Agus menekankan bahwa Operasi Ketupat bukan sekadar pengamanan arus lalu lintas, tetapi bentuk kehadiran negara dalam menjaga momen penting Idulfitri.
Menurutnya, Lebaran adalah momentum sosial dan spiritual yang harus dikawal agar masyarakat dapat berkumpul dengan keluarga secara aman dan nyaman.
Tahun ini, operasi mengusung tagline “Mudik Aman, Keluarga Bahagia”, sesuai arahan Kapolri Listyo Sigit Prabowo. Slogan tersebut menjadi komitmen nyata aparat dalam memastikan perjalanan mudik berlangsung tertib dan lancar.
Operasi Ketupat 2026 dijadwalkan berlangsung pada 13–25 Maret 2026.
Tilang Manual Ditiadakan, e-TLE Jadi Andalan
Selama periode operasi, petugas tidak akan melakukan penilangan langsung di tempat. Seluruh pelanggaran lalu lintas akan diproses melalui sistem e-TLE, baik kamera statis maupun perangkat mobile.
Di ruas jalan tol, e-TLE difokuskan untuk:
- Memantau kondisi arus lalu lintas secara real time
- Mengidentifikasi pelanggaran berisiko tinggi
- Mengumpulkan data evaluasi kebijakan rekayasa lalu lintas
Langkah ini diambil untuk mencegah perlambatan kendaraan akibat proses penindakan di bahu jalan serta menciptakan suasana mudik yang lebih kondusif.
Operasi Berbasis Teknologi dan Data Real Time
Operasi Ketupat 2026 disebut sebagai salah satu pengamanan mudik paling berbasis teknologi. Korlantas mengoptimalkan berbagai sistem digital, antara lain:
- Radar lalu lintas untuk memantau kecepatan kendaraan
- V-Count (Vehicle Count) guna menghitung volume kendaraan
- Pemantauan e-TLE terintegrasi
- Data NTMC dan Command Center KM 29 sebagai pusat kendali
Seluruh parameter tersebut dianalisis secara langsung untuk mendukung keputusan cepat, termasuk penerapan sistem one way atau contraflow saat terjadi lonjakan kendaraan.







