Home Ragam Menkop: Keadilan Ekonomi Adalah Perintah Keimanan, Bukan Sekadar Teori
Ragam

Menkop: Keadilan Ekonomi Adalah Perintah Keimanan, Bukan Sekadar Teori

Share
Menteri Koperasi
Menkop Ferry Juliantono tegaskan keadilan ekonomi sebagai perintah iman, dorong koperasi desa dan dakwah ekonomi untuk kesejahteraan rakyat.
Share

IKNPOS.ID – Menteri Koperasi (Menkop) yang juga menjabat sebagai Sekretaris Jenderal Syarikat Islam (SI), Ferry Juliantono, menegaskan bahwa upaya mewujudkan keadilan ekonomi bagi rakyat bukan sekadar menjalankan teori akademik atau teks semata, melainkan sebuah perintah keimanan yang bersifat wajib.

Pernyataan tersebut disampaikan Menkop Ferry dalam acara Halalbihalal Syarikat Islam Jawa Barat yang berlangsung di Masjid Raya Al-Jabbar, Bandung, Minggu (29/3). Di hadapan jemaah dan tokoh ulama, ia menekankan bahwa dalam pandangan Islam, kekayaan bukanlah tujuan akhir, melainkan sarana untuk menggapai rida Allah SWT.

Ferry menjelaskan bahwa landasan utama dari kebijakan ekonomi yang sedang ditempuh pemerintah saat ini adalah pesan universal dalam Al-Quran. Ia mengutip Surah Al-Hashr Ayat 7 yang secara tegas melarang harta dan kekayaan hanya beredar di kalangan orang-orang kaya saja.

“Islam tidak melarang umatnya menjadi kaya, tetapi yang luar biasa adalah Islam mengajarkan kita untuk mengharamkan kekayaan itu hanya bergulir di antara golongan kaya. Ini adalah fondasi terpenting yang diajarkan agama kita,” ujar Ferry dalam tausyiahnya.

Sebagai upaya memastikan hal tersebut, ia menyebutkan bahwa Islam telah menyediakan berbagai instrumen seperti zakat, infak, sedekah, serta larangan terhadap praktik riba yang dinilai hanya menguntungkan pemilik modal tanpa kerja keras.

Meneladani Syarikat Dagang Islam

Dalam paparannya, Ferry mengajak warga Syarikat Islam untuk berbangga dan meneladani para tokoh pendiri organisasi, seperti Haji Samanhudi dan H.O.S. Tjokroaminoto. Ia mengingatkan bahwa 120 tahun lalu, Syarikat Dagang Islam (SDI) telah menjadi kekuatan ekonomi yang sangat ditakuti oleh kaum penjajah.

“Tokoh-tokoh kita sudah memberikan teladan dalam membangun kekuatan ekonomi dan politik secara bersamaan. Tugas kita sekarang, setelah 80 tahun merdeka, adalah menuntaskan cita-cita para perintis tersebut,” tambahnya.

Sebagai langkah nyata, pemerintahan Presiden Prabowo Subianto melalui Kementerian Koperasi kini tengah menjalankan program prioritas pembangunan 83.000 Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdes) Merah Putih di seluruh pelosok Indonesia. Program ini disebut Ferry sebagai bentuk ‘Dakwah Ekonomi’ untuk menggeser posisi masyarakat dari sekadar objek menjadi subjek atau pelaku ekonomi.

Share
Related Articles
bni
Ragam

Dukung Earth Hour, BNI Perkuat Operasional Rendah Emisi dan Efisiensi Energi

IKNPOS.ID - PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI memperkuat komitmennya...

BNI
Ragam

Terapkan Operasional Ramah Lingkungan, BNI Hemat Energi 559 Ribu Giga Joule Sepanjang 2025

IKNPOS.ID - PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI mencatat penghematan...

bentrok Desa Waiburak
Ragam

Kadis Koperasi NTT Pastikan Bentrok di Desa Waiburak Tidak Terkait Kopdes Merah Putih

IKNPOS.ID - Kepala Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Nusa Tenggara Timur Linus...

BNI Agen46
Ragam

BNI Hadirkan Agen46 di Jalur Mudik, Permudah Transaksi Pemudik

IKNPOS.ID - PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI menghadirkan layanan...