IKNPOS.ID – McLaren muncul sebagai sensasi di sesi free practice kedua (FP2) GP Jepang dengan Oscar Piastri mencatatkan waktu tercepat, menempatkan tim asal Woking itu di atas Mercedes dan tim lainnya. Piastri hanya unggul tipis 0,092 detik atas Kimi Antonelli, sedangkan George Russell berada di urutan ketiga dengan selisih 0,205 detik.
Momen ini memberikan kejutan bagi penggemar dan analis, karena biasanya Mercedes mendominasi sesi latihan bebas.
Meski begitu, tim McLaren tetap waspada. Direktur balap McLaren, Randy Singh, menegaskan bahwa hasil FP2 belum tentu mencerminkan performa sebenarnya di kualifikasi dan balapan.
Pengalaman di seri sebelumnya, seperti di Australia, menunjukkan Piastri bisa memuncaki timesheet di FP2, namun Mercedes tetap unggul di kualifikasi dan balapan.
=McLaren percaya bahwa kecepatan FP2 kali ini kemungkinan menjadi outlier dan Mercedes serta Ferrari diperkirakan akan kembali menguasai posisi teratas saat kompetisi berlangsung.
Mercedes menunjukkan tanda-tanda kesiapan mereka di sesi simulasi balapan, dengan Piastri rata-rata 0,25 detik lebih lambat dari Antonelli dan 0,5 detik di belakang Russell, meski sempat berada di lalu lintas trek saat long run.
Hal ini menegaskan bahwa tim Silver Arrows kemungkinan masih menyimpan performa maksimal untuk kualifikasi. McLaren berharap bisa bersaing dengan Ferrari untuk posisi podium, mengingat mereka belum meraih podium di dua seri pembuka musim ini.
Sementara itu, Ferrari menghadapi hari yang sulit di FP2. Charles Leclerc dan Lewis Hamilton kesulitan menjaga stabilitas mobil mereka.
Hamilton mengakui kurangnya kepercayaan diri terhadap mobil SF-26 sebagai faktor utama, sementara tim terus berusaha mencari pengaturan optimal agar performa mobil meningkat. Ferrari berharap bisa menemukan ritme yang lebih baik pada sesi berikutnya.
Red Bull menghadapi tantangan lebih besar, dengan Max Verstappen berada di urutan 10 dan Isack Hadjar di posisi 15. Masalah understeer dan oversteer membuat tim kesulitan menemukan keseimbangan mobil, sehingga performa mereka di FP2 jauh dari standar yang diharapkan.
Kepala insinyur Red Bull, Paul Monaghan, menyebut hari itu sangat menantang dan memperingatkan bahwa perbaikan signifikan tidak bisa instan.
Meski McLaren memuncaki timesheet FP2, tanda-tanda dari tim besar seperti Mercedes dan Ferrari menunjukkan bahwa pertarungan sesungguhnya untuk podium masih terbuka lebar.
FP2 memberikan gambaran cepat satu lap, namun siapa yang benar-benar berpeluang menguasai podium baru akan terlihat di kualifikasi dan balapan nanti.
Referensi:
Crash.net — Is table-topping McLaren really fastest after early promise at F1 Japanese GP?