“Program ini diharapkan dapat berkontribusi dalam meningkatkan kesejahteraan mitra pengemudi sekaligus memperkuat hubungan kemitraan,” ujarnya.
Para pengemudi ojol pun menyambut positif pemberian BHR tersebut. Salah satu pengemudi mengaku bersyukur karena merasa jerih payahnya selama bekerja mendapat penghargaan.
“Alhamdulillah dapet THR, gak sia sia saya ambil semua orderan sampe malem ada hasilnya,” ucapnya.
Sebagai informasi, penyaluran BHR dilakukan dengan mempertimbangkan beberapa indikator, seperti tingkat produktivitas pengemudi di aplikasi, kualitas layanan kepada pelanggan, serta kepatuhan terhadap aturan perusahaan. Penilaian tersebut dilakukan secara individual agar penyaluran bantuan dapat berlangsung objektif dan tepat sasaran.
Sebelumnya, Menteri Ketenagakerjaan Yassierli telah memberikan sinyal positif terkait rencana pemberian THR dan BHR bagi pengemudi ojol maupun kurir online tahun ini. Pemerintah menyebut telah melakukan pembahasan dengan sejumlah platform digital dan mendapatkan tanggapan yang konstruktif.
“Kita sudah melakukan diskusi. Alhamdulillah respons mereka baik, mereka komitmen. Tinggal nanti dalam bentuk SE (Surat Edaran) menteri-nya ataupun nanti dalam bentuk launching-nya,” kata Yassierli dalam konferensi pers di kantornya, Jakarta.







