fin.co.id – Musim MotoGP 2026 menghadirkan cerita yang tidak biasa bagi KTM. Tim yang dalam beberapa tahun terakhir dikenal sebagai salah satu motor paling buas di lintasan lurus, kini justru terlihat kehilangan taringnya. Perubahan ini terasa mencolok, terutama setelah hasil yang kurang memuaskan di seri Brasil.
KTM sebelumnya identik dengan kecepatan puncak yang sulit ditandingi. Bahkan, pada 2023, mereka sempat mencatatkan rekor top speed yang membuat banyak rival harus bekerja ekstra keras untuk mengejar. Namun kini, narasi itu mulai berubah.
Di awal musim 2026, performa KTM terlihat tidak lagi dominan, terutama dalam aspek yang dulu menjadi kekuatan utama mereka.
Pengakuan Jujur Pedro Acosta
Sorotan utama datang dari pembalap muda mereka, Pedro Acosta. Ia secara terbuka mengungkapkan bahwa masalah terbesar KTM saat ini adalah top speed.
Dalam balapan di Brasil, motor KTM hanya mampu mencatat kecepatan maksimal sekitar 342,8 km per jam. Angka tersebut tertinggal cukup jauh dibanding Ducati yang menembus 348,3 km per jam. Bahkan Yamaha, yang sering dianggap kurang unggul dalam kecepatan, hanya terpaut tipis dari KTM.
Acosta menjelaskan bahwa kekurangan ini berdampak besar pada jalannya balapan. Tanpa kecepatan yang cukup di lintasan lurus, peluang untuk menyalip atau bertahan di slipstream menjadi jauh lebih sulit.
Ia juga menegaskan bahwa timnya sudah memaksimalkan potensi yang ada. Namun dalam kondisi seperti ini, hasil terbaik yang bisa dicapai adalah membatasi kerugian.
Dampak Nyata di Hasil Balapan
Masalah tersebut langsung terlihat dari hasil balapan. Acosta hanya mampu finis di posisi ketujuh di Brasil, hasil yang cukup jauh dari ekspektasi setelah performa impresif di awal musim.
Sebelumnya, di Thailand, ia sempat meraih kemenangan sprint dan finis kedua di balapan utama. Hasil tersebut sempat membawanya ke puncak klasemen sementara.
Namun dalam waktu singkat, situasinya berubah drastis. Kini, Acosta turun ke posisi ketiga klasemen dan tertinggal 14 poin dari pemimpin baru, Marco Bezzecchi.
Perubahan ini memperlihatkan betapa cepatnya dinamika di MotoGP. Sedikit penurunan performa bisa langsung berdampak besar terhadap posisi di klasemen.