IKNPOS.ID – Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) mendorong perguruan tinggi di Indonesia untuk memperkuat penelitian yang memanfaatkan potensi sumber daya lokal guna mendukung pertumbuhan ekonomi daerah.
Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamendiktisaintek) Stella Christie mengatakan, inovasi riset yang dilakukan dosen perlu diarahkan pada pemanfaatan sumber daya yang tersedia di daerah. Contohnya pemanfaatan biomassa sebagai material penyimpanan energi serta pengolahan lateks karet alam untuk bahan baku industri cat.
“Jadi riset itu merupakan fondasi utama kemajuan perguruan tinggi,” ujar Stella dalam keterangannya, Senin, 16 Maret 2026.
Ia menegaskan, perguruan tinggi tidak hanya berperan menghasilkan publikasi ilmiah, tetapi juga harus mampu menghadirkan inovasi yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan perekonomian di sekitarnya.
“Kalau kita melihat di berbagai negara, universitas yang kuat selalu berkorelasi dengan kemajuan ekonomi wilayah sekitarnya. Karena itu, penguatan riset di perguruan tinggi sangat penting untuk melahirkan inovasi yang bermanfaat bagi masyarakat,” kata Stella.
Menurutnya, peran perguruan tinggi juga berbeda dengan jenjang pendidikan dasar dan menengah. Jika pendidikan dasar lebih berfokus pada transfer pengetahuan, maka perguruan tinggi memiliki tanggung jawab lebih besar untuk menghasilkan pengetahuan baru melalui riset dan inovasi.
Dalam kesempatan tersebut, Stella juga menyoroti sejumlah penelitian yang dipresentasikan para akademisi Unri. Salah satunya riset pengembangan material penyimpanan energi berbasis karbon biomassa yang dipaparkan oleh Guru Besar FMIPA Unri, Erman Taer. Penelitian tersebut memanfaatkan berbagai biomassa lokal seperti tempurung kelapa, limbah kelapa sawit, hingga bakau untuk menghasilkan karbon konduktif yang dapat digunakan sebagai elektroda superkapasitor.
Selain itu, tim dari Fakultas Teknik Unri turut mempresentasikan inovasi penggunaan lateks karet alam sebagai bahan pengikat atau *binder* dalam cat emulsi. Teknologi ini dinilai berpotensi menggantikan bahan sintetis impor sekaligus meningkatkan nilai tambah komoditas karet dalam negeri.