IKNPOS.ID – Peristiwa kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mulai terjadi di Pulau Kalimantan. Dua wilayah yang terdampak adalah Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara, dengan total luas lahan terbakar mencapai sekitar 8 hektare.
Data ini disampaikan oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) pada Senin, yang mengonfirmasi bahwa kebakaran telah terjadi di beberapa titik dalam beberapa hari terakhir.
Titik Api Muncul di Kutai Kartanegara
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, menjelaskan bahwa titik api pertama terdeteksi di Desa Tanjung Limau, Kecamatan Muara Badak, Kabupaten Kutai Kartanegara, pada Sabtu (28/3/2026) sekitar pukul 11.30 WITA.
Di lokasi ini, sekitar 2 hektare lahan dilaporkan terbakar. Tim gabungan yang terdiri dari petugas pemadam dan relawan berhasil mengendalikan api sebelum meluas lebih jauh.
“Kondisi terkini di Desa Tanjung Limau sudah berhasil dipadamkan sepenuhnya,” ujar Abdul Muhari.
Kebakaran Lebih Luas Terjadi di Tarakan
Sebelumnya, kebakaran juga melanda wilayah Kelurahan Kampung Satu, Kecamatan Tarakan Tengah, Kota Tarakan, Kalimantan Utara pada Jumat (27/3/2026).
Insiden ini menghanguskan lahan gambut seluas sekitar 6 hektare. Petugas di lapangan melakukan pemadaman secara intensif hingga akhirnya api berhasil dikendalikan dan dinyatakan padam.
Penyebab Masih Diselidiki
Hingga saat ini, penyebab pasti dari kedua kejadian karhutla tersebut masih dalam proses penyelidikan oleh aparat kepolisian dan instansi terkait.
BNPB mengimbau masyarakat untuk tetap waspada, terutama memasuki musim kemarau yang rawan memicu kebakaran hutan dan lahan, serta tidak membuka lahan dengan cara membakar.
Waspada Karhutla di Musim Kemarau
Kasus karhutla di Kalimantan ini menjadi peringatan dini akan potensi kebakaran yang lebih luas jika tidak diantisipasi sejak awal. Peran aktif masyarakat dan kesiapsiagaan pemerintah daerah sangat dibutuhkan untuk mencegah bencana serupa terulang kembali.
Kesimpulan:
- Total 8 hektare lahan terbakar di Kaltim dan Kaltara
- Api berhasil dipadamkan di dua lokasi berbeda
- Penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan
- Masyarakat diminta tidak membuka lahan dengan cara dibakar
Dengan meningkatnya potensi karhutla, langkah pencegahan menjadi kunci utama untuk menjaga lingkungan tetap aman dan terhindar dari bencana yang lebih besar.