-
2 miliar kaki kubik gas per hari
-
90.000 barel kondensat per hari
Ini menjadikan proyek tersebut sebagai salah satu tulang punggung pasokan energi nasional di masa depan.
Pasok Kebutuhan Dalam Negeri hingga Ekspor
Gas yang dihasilkan dari proyek ini akan dialirkan ke darat melalui jaringan pipa untuk:
-
Kebutuhan domestik
-
Produksi LNG
Salah satu fasilitas utama yang akan didukung adalah Bontang LNG Plant, yang selama ini menjadi pusat produksi LNG Indonesia.
Sementara itu, kondensat akan diproses di fasilitas lepas pantai dan dikirim menggunakan kapal tanker ke pasar global.
Sinergi dengan Infrastruktur Eksisting
Keunggulan proyek ini terletak pada pemanfaatan infrastruktur yang sudah ada, seperti:
-
Jangkrik FPU
-
Fasilitas Train F LNG Bontang
Pendekatan ini dinilai mampu:
-
Menekan biaya investasi
-
Mempercepat waktu produksi
-
Meningkatkan efisiensi operasional
Kolaborasi Strategis Eni dan Petronas
Proyek ini juga akan menjadi bagian dari kerja sama strategis antara Eni dan Petronas dalam pembentukan perusahaan baru (NewCo).
Targetnya, perusahaan ini akan memiliki produksi lebih dari:
-
500.000 barel setara minyak per hari pada 2029
Kolaborasi ini memperkuat posisi Indonesia sebagai pemain penting dalam industri energi regional.
Selat Makassar Jadi Pusat Energi Baru
Sejak beroperasi di Indonesia pada 2001, Eni telah menjadi salah satu pemain utama di wilayah Selat Makassar, khususnya di Cekungan Kutai.
Wilayah ini kini berkembang menjadi salah satu pusat produksi gas strategis nasional, terutama dengan adanya proyek-proyek laut dalam berskala besar.
Dampak Besar bagi Ketahanan Energi Nasional
Dengan kapasitas produksi yang besar dan dukungan teknologi modern, proyek ini diharapkan mampu:
-
Menjaga pasokan energi nasional
-
Mengurangi ketergantungan impor
-
Mendukung transisi energi
Selain itu, efek berganda dari investasi ini juga akan dirasakan di sektor:
-
Tenaga kerja
-
Industri pendukung
-
Infrastruktur