Akibat meningkatnya konflik di kawasan tersebut, aktivitas pelayaran di selat itu sempat terhenti sehingga memengaruhi ekspor serta produksi minyak di wilayah Timur Tengah.
Presiden Amerika Serikat Donald Trump bahkan telah menyerukan kepada sejumlah negara, termasuk China, Prancis, Jepang, Korea Selatan, dan Inggris, agar turut mengirimkan kapal perang ke Selat Hormuz untuk membantu menjaga keamanan jalur pelayaran tersebut.
Sementara itu, Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Mojtaba Khamenei dalam pidato pertamanya pada Kamis (12/3) menyatakan bahwa Selat Hormuz harus tetap tertutup sebagai bagian dari tekanan terhadap Amerika Serikat dan Israel dalam konflik yang sedang berlangsung.
Sumber: Sputnik vis Antara