Aksi militer itu menyebabkan kerusakan pada sejumlah fasilitas serta menimbulkan korban sipil.
Sebagai balasan, Iran kemudian melancarkan serangan ke wilayah Israel serta fasilitas militer Amerika Serikat yang berada di kawasan Timur Tengah.
Alasan Serangan dan Dampak Politik
Washington dan Tel Aviv pada awalnya menyatakan bahwa operasi militer yang mereka lakukan merupakan langkah “pencegahan”. Mereka menilai tindakan tersebut diperlukan untuk menghadapi ancaman yang disebut berasal dari program nuklir Iran.
Namun dalam perkembangan berikutnya, kedua negara tersebut juga menyampaikan keinginan untuk melihat perubahan kekuasaan di Iran.
Dalam operasi militer tersebut, Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei dilaporkan syahid pada hari pertama serangan.
Pemerintah Republik Islam Iran kemudian menetapkan masa berkabung nasional selama 40 hari sebagai bentuk penghormatan.
Rusia Kutuk Serangan
Konflik yang terjadi turut memicu reaksi dari sejumlah negara lain di dunia.
Presiden Rusia Vladimir Putin menyebut pembunuhan Khamenei sebagai pelanggaran sinis terhadap hukum internasional.
Kementerian Luar Negeri Rusia juga mengecam operasi militer yang dilakukan Amerika Serikat dan Israel. Moskow sekaligus mendesak agar semua pihak segera melakukan deeskalasi serta menghentikan permusuhan yang sedang berlangsung. *







