IKNPOS.ID – Ketegangan di kawasan Timur Tengah kembali meningkat setelah muncul peringatan dari sumber diplomatik Iran mengenai kemungkinan serangan terhadap infrastruktur digital di negara-negara Arab. Infrastruktur tersebut disebut digunakan oleh Amerika Serikat untuk mendukung operasi militer dan intelijen terhadap Iran.
Seorang sumber diplomatik Iran mengatakan kepada RIA Novosti bahwa Teheran mempertimbangkan untuk menargetkan pusat data yang berada di sejumlah negara Arab. Fasilitas itu diduga dimanfaatkan oleh militer Amerika Serikat dalam operasinya melawan Iran.
“Amerika Serikat menggunakan pusat data di negara-negara Arab untuk mendukung operasi intelijen dan militer terhadap Iran. Ada kemungkinan Iran menyerang pusat-pusat data itu dalam beberapa hari mendatang,” kata sumber tersebut.
Sumber tersebut juga menyebut bahwa Washington memanfaatkan jaringan komunikasi lain di kawasan tersebut. Menurutnya, Amerika Serikat menggunakan infrastruktur optik fiber milik negara-negara Arab untuk kepentingan operasi terhadap Iran.
Ia menilai potensi serangan terhadap pusat data maupun jaringan optik fiber di kawasan Timur Tengah dapat terjadi karena pemerintah negara-negara Arab dinilai tidak mengambil langkah untuk menghentikan apa yang disebut sebagai “penyalahgunaan” fasilitas tersebut oleh militer Amerika Serikat.
Ketegangan antara Iran, Amerika Serikat, dan Israel meningkat dalam beberapa pekan terakhir.
Pada 28 Februari lalu, Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan terhadap sejumlah target di Iran. Serangan tersebut dilaporkan menyebabkan kerusakan serta korban di kalangan sipil.
Sebagai balasan, Iran kemudian menyerang wilayah Israel serta fasilitas militer milik Amerika Serikat yang berada di kawasan Timur Tengah.
Pada awalnya, Amerika Serikat dan Israel menyatakan bahwa serangan tersebut dilakukan untuk menghadapi ancaman yang mereka kaitkan dengan program nuklir Iran. Namun kemudian mereka menyebut bahwa operasi tersebut juga berkaitan dengan keinginan untuk melihat perubahan kekuasaan di Iran. *