IKNPOS.ID – Nama Rudy Mas’ud tengah menjadi perhatian publik. Berdasarkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) tahun 2025, kekayaannya tercatat mencapai sekitar Rp166,5 miliar.
Nilai tersebut mencakup berbagai aset, mulai dari tanah, bangunan, kendaraan, hingga kas dan harta bergerak lainnya.
Sorotan terhadap kekayaan ini semakin menguat setelah muncul polemik pengadaan mobil dinas mewah senilai Rp8,5 miliar oleh Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur.
Teguran Presiden Jadi Pemicu Perdebatan
Polemik tersebut makin ramai setelah Presiden Prabowo Subianto menyinggung langsung kebijakan tersebut dalam wawancara bersama jurnalis.
Pernyataan Presiden dinilai sebagai pengingat keras bagi seluruh kepala daerah agar lebih bijak dalam menggunakan anggaran negara, terutama di tengah tuntutan efisiensi.
Isu ini pun viral di media sosial, dengan banyak pihak menilai pengadaan mobil mewah tidak sejalan dengan prioritas pelayanan publik.
Mobil Dinas Mewah Sudah Dibatalkan
Menanggapi polemik tersebut, Rudy Mas’ud memberikan klarifikasi.
Ia menegaskan bahwa pengadaan mobil dinas jenis Range Rover sebenarnya telah dibatalkan sejak awal Maret 2026.
“Pembatalan sudah diumumkan sejak 2 Maret, dan administrasinya selesai pada 11 Maret. Kendaraan sudah dikembalikan dan dilaporkan ke Kementerian Dalam Negeri,” jelasnya.
Permintaan Maaf Terbuka ke Presiden dan Publik
Usai melaksanakan salat Idul Fitri di Samarinda, Rudy menyampaikan permohonan maaf secara terbuka.
Ia meminta maaf kepada Presiden, pemerintah pusat, serta masyarakat Kalimantan Timur atas polemik yang terjadi.
“Kami mohon maaf jika ada yang kurang berkenan. Kami sangat terbuka terhadap kritik dan saran,” ujarnya.
Ia juga mengajak masyarakat untuk ikut mengawasi kebijakan pemerintah daerah ke depan.
Anggaran Dialihkan ke Sektor Prioritas
Sebagai langkah perbaikan, Rudy memastikan anggaran miliaran rupiah tersebut akan dialihkan ke sektor yang lebih penting.
Beberapa fokus utama penggunaan anggaran antara lain: