IKNPOS.ID – Teka-teki mengenai kelanjutan penyelenggaraan pertandingan Piala Dunia 2026 di Massachusetts akhirnya menemui titik terang. Pemerintah Kota Foxborough resmi mencapai kesepakatan dengan panitia penyelenggara terkait pendanaan keamanan senilai 7,8 juta dolar Amerika Serikat.
Sebelumnya, status tujuh pertandingan yang dijadwalkan berlangsung di Stadion Gillette pada Juni dan Juli mendatang sempat berada dalam ketidakpastian. Otoritas Foxborough sempat menahan izin hiburan yang menjadi syarat mutlak FIFA untuk menggelar pertandingan. Langkah tegas ini diambil karena kota tersebut belum menerima jaminan dana untuk menutup biaya pengamanan dan logistik pendukung lainnya.
Dalam pernyataan bersama yang dirilis Rabu malam waktu setempat, pihak Kota Foxborough, Boston Soccer 2026, dan Kraft Sports and Entertainment selaku pemilik Stadion Gillette, mengonfirmasi telah mencapai pemahaman kolektif. Kesepakatan ini memastikan izin akan diterbitkan pada persidangan pekan depan guna menjamin kesuksesan turnamen di stadion markas New England Patriots tersebut.
Pihak panitia penyelenggara setuju untuk memberikan dana tunai di muka. Sementara itu, Kraft Sports and Entertainment bertindak sebagai penjamin dana tersebut. Langkah ini diambil guna memastikan Pemerintah Kota Foxborough tidak menanggung beban finansial apa pun terkait pelaksanaan ajang sepak bola terbesar di dunia itu.
Penyediaan dana awal ini mencakup belanja modal terkait keamanan serta pengerahan personel keselamatan publik sesuai standar yang ditetapkan pejabat setempat. Skema talangan ini terpaksa dilakukan karena alokasi dana federal sebesar 46 juta dolar Amerika Serikat yang dijanjikan pemerintah pusat melalui Departemen Keamanan Dalam Negeri belum juga cair hingga saat ini.
Padahal, dana tersebut awalnya direncanakan cair pada Januari lalu sebagai bagian dari paket anggaran keamanan nasional untuk mendukung tuan rumah Piala Dunia di berbagai negara bagian. Dengan tercapainya kesepakatan lokal ini, persiapan teknis di Stadion Gillette kini dapat kembali berjalan sesuai jadwal tanpa risiko pembatalan izin.