Home Uncategorized Daftar Keinginan
Uncategorized

Daftar Keinginan

Share
Daftar Keinginan
Ilustrasi Amerika mengajukan 15 syarat penghentian perang.--
Share

Oleh: Dahlan Iskan

Setelah 25 hari IsAm-Iran siapa yang menang? Setidaknya untuk sementara?

Dua-duanya kalah. Itu kesimpulan saya.

Banyak yang menilai Amerika Serikat kalah. Tapi tidak ada yang menilai Iran sudah menang.

Amerika dinilai kalah karena tujuannya menyerang Iran gagal total: mengganti pemerintahan dari yang anti-Amerika ke pro-Amerika.

Kalau toh Iran dikatakan menang, itu karena tidak ada negara lain yang mampu melawan Amerika (plus Israel) sehebat Iran.

Sudah dihujani bom selama 25 hari, Iran masih bisa terus membalasnya. Bahkan kian ke belakang kian modern senjata balistik yang diluncurkan ke Israel.

Iran pun siap untuk perang panjang. Amerika yang justru kelihatannya tidak siap.

Tiba-tiba saja di hari ke-25 Presiden Donald Trump mengatakan pembicaraan dengan Iran sangat memberi harapan dan produktif.

Keruan saja Iran kaget: kapan ada pembicaraan dengan Amerika. Bahkan Iran menegaskan: sudah tidak ada lagi ruang untuk diplomasi.

Tapi upaya ke arah perundingan memang terjadi. Pakistan yang memegang peran penting. Pakistan menyediakan diri untuk menjadi tempat perundingan: Islamabad.

Pakistan berbatasan dengan Iran. Tapi juga sahabat Amerika. Akibat perang ini, Pakistan termasuk negara yang paling menderita: miskin, tidak punya sumber minyak, penduduknya besar.

Pakistan sudah sangat jauh melangkah. Sudah bisa meminta Amerika menyerahkan daftar keinginan.

Anda sudah tahu, dari media internasional, apa saja yang diminta Amerika. Total ada 15 permintaan. Pakistan mengatakan daftar keinginan Amerika itu sudah pula diserahkan ke pihak Iran.

Yang menarik, tidak ada satu pun permintaan Amerika untuk mengganti pemerintahan. Padahal tujuan utama penyerangan terhadap Iran justru untuk itu.

Saya melihat sebenarnya 15 permintaan itu enteng bagi Iran. Apalagi itu belum ditawar. Permintaan nomor 2 sampai nomor 4 misalnya, terkait nuklir: agar Iran tidak lagi meneruskan program nuklir.

Permintaan seperti itu sudah disetujui Iran sebelum Trump jadi presiden. Yakni dalam perundingan di zaman Barack Obama. Tapi justru Trump yang membatalkan persetujuan itu.

Share
Related Articles
IKN Siap Disulap Jadi 'Cognitive City' Pertama di Dunia
Uncategorized

IKN Gandeng Kalimantan Utara, Sinergi Baru Dongkrak Ekonomi dan Konektivitas Wilayah

IKNPOS.ID - Ibu Kota Nusantara (IKN) terus memperkuat kerja sama strategis dengan...

KIPI Maloy harus direvitalisasi
Uncategorized

Pemprov Kaltim Siapkan Rp10,5 Miliar untuk Tim Ahli Gubernur 2026, Ini Rincian Honor hingga Perjalanan Dinas

IKNPOS.ID - Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Pemprov Kaltim) menyiapkan anggaran sebesar Rp10,5...

Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto. Foto: Dok/Puspen TNI
Uncategorized

Panglima TNI Sebut Status Siaga 1 untuk Uji Kesiapsiagaan Prajurit dan Alutsista

Panglima Tentara Nasional Indonesia (TNI) Agus Subiyanto menegaskan bahwa instruksi status Siaga...

Uncategorized

Fitur-Fitur Canggih Galaxy S26: AI Makin Pintar, HP Bisa Atasi Masalah Sendiri

IKNPOS.ID - Samsung Electronics resmi memperkenalkan flagship terbarunya, Samsung Galaxy S26, dengan...