Selain itu, ketegangan di kawasan Timur Tengah juga berdampak pada jalur distribusi energi global, khususnya di Selat Hormuz, yang berpotensi mendorong kenaikan harga minyak dan inflasi.
Ekspektasi pun mengarah pada kebijakan suku bunga tinggi yang akan dipertahankan oleh Federal Reserve lebih lama.
Dalam situasi tersebut, Antony menambahkan bahwa emas yang tidak memberikan imbal hasil rutin cenderung kehilangan daya tarik, terutama bagi investor institusional.
Meski Bitcoin menunjukkan performa positif, pasar kripto secara keseluruhan masih berada dalam fase volatil. Sentimen investor pun cenderung berhati-hati, dengan faktor makroekonomi seperti inflasi dan kebijakan suku bunga tetap menjadi penentu utama arah pasar.
“Dengan demikian, investor disarankan untuk tetap memperhatikan manajemen risiko dan memahami dinamika pasar secara menyeluruh sebelum mengambil keputusan investasi,” katanya.
Sebagai pelaku industri kripto, Indodax menyatakan komitmennya untuk terus menghadirkan layanan perdagangan aset digital yang aman dan transparan. Selain itu, mereka juga rutin mempublikasikan data Proof of Reserves (PoR) yang dapat diakses publik melalui CoinMarketCap serta aktif mengedukasi masyarakat agar dapat berinvestasi secara bijak. *