IKNPOS.ID – Ibu Kota Nusantara (IKN) tidak hanya menyuguhkan kemegahan bangunan ikonik, tetapi juga menjadi “ladang emas” baru bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Selama libur Idul Fitri 2026, ribuan wisatawan menyerbu Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP), memicu ledakan omzet hingga puluhan juta rupiah per hari bagi pedagang lokal.
Juru Bicara Otorita IKN, Troy Pantouw, menegaskan bahwa fenomena ini membuktikan IKN telah menjadi magnet ekonomi baru yang nyata.
“Kunjungan masyarakat untuk melihat hasil pembangunan IKN tidak hanya menciptakan keramaian, tetapi langsung menguatkan kantong-kantong ekonomi pelaku UMKM di lapangan,” ujar Troy di Nusantara, Sabtu (28/3/2026).
Peningkatan pendapatan yang dialami para pedagang di sekitar IKN terbilang fantastis. Berikut adalah rincian sektor yang paling mendulang untung:
1. Kuliner Tradisional & Kekinian
- Mochi Jepang (Café Sepaku Empat): Nita, salah satu pengelola café, mengaku omzetnya melonjak drastis dari biasanya Rp1,8 juta menjadi Rp15 juta per hari. Menariknya, camilan mochi menjadi best-seller yang paling diburu anak muda.
- Dawet Ayu “Bang Brewok”: Di area Plaza Seremoni, kesegaran dawet ayu berhasil mencetak omzet antara Rp10 juta hingga Rp12 juta setiap harinya selama libur Lebaran.
- Bakwan Malang D’sweet Nusantara: Menu ini menjadi jawara di hati pengunjung. Sang pemilik, Sri Mus Mulyawati, menyebutkan omzetnya menyentuh angka Rp20 juta per hari. “Pengunjung bilang kalau ke IKN, pasti ingatnya Bakwan Malang kami,” selorohnya.
2. Suvenir & Gaya Hidup
- Suvenir Nusantara: Dina, penjual suvenir, melaporkan penjualan baju khas Nusantara meningkat dua kali lipat dibanding hari biasa.
- Goffee Latte & BJ Resto: Di sektor kopi modern, Ichi mencatat kenaikan omzet hingga Rp15 juta per hari saat momen libur, naik tajam dari rata-rata harian yang hanya Rp2-3 juta.
Akses Jalan Jadi Kunci “Lautan Manusia” di IKN
Apa yang menyebabkan lonjakan ini? Selain rasa penasaran warga terhadap progres ibu kota baru, pembukaan akses jalan selama periode mudik menjadi faktor penentu.
“Akses menuju kawasan IKN yang semakin mudah selama libur Lebaran adalah pengaruh terbesar bagi tingginya arus pengunjung,” tambah Sri Mus Mulyawati.
Kemudahan mobilitas ini memungkinkan warga dari luar daerah Penajam Paser Utara dan Balikpapan untuk datang berbondong-bondong, yang secara otomatis menghidupkan ekosistem ekonomi subsektor tenaga kerja dan jasa lainnya di sekitar IKN.
Libur Lebaran 2026 menjadi bukti nyata bahwa IKN memiliki potensi wisata dan ekonomi yang masif. Transformasi dari pusat pemerintahan menjadi destinasi wisata edukasi dan pembangunan ini diharapkan terus konsisten memberikan dampak positif bagi warga lokal.