Home Health BAHAYA! Varian Baru Covid-19 BA.3.2 Menyebar di AS, Vaksin Gak Mempan
Health

BAHAYA! Varian Baru Covid-19 BA.3.2 Menyebar di AS, Vaksin Gak Mempan

Share
COVID-19 Stratus
Meskipun musim panas, virus pernapasan seperti COVID-19 varian Stratus, flu, dan RSV tetap beredar. Foto:apphoto
Share

IKNPOS.ID – Dunia kesehatan kembali memberikan peringatan terkait munculnya varian baru Covid-19 yang kini tengah menyebar di Amerika Serikat. Varian yang dikenal sebagai BA.3.2 ini memicu kekhawatiran para ilmuwan karena kemampuannya yang diduga mampu menghindari perlindungan dari vaksin yang ada saat ini.

Varian BA.3.2 pertama kali terdeteksi melalui usap hidung empat pelancong Amerika serta sampel klinis dari lima pasien di empat negara bagian.

Namun, jangkauan aslinya diyakini jauh lebih luas. Hal ini terbukti dari ditemukannya varian tersebut dalam tiga sampel air limbah pesawat dan 132 sampel air limbah di lebih dari 20 negara bagian.

Perjalanan dan Evolusi BA.3.2

Berasal dari garis keturunan Omicron, BA.3.2 awalnya terdeteksi di Afrika Selatan pada tahun 2024. Varian ini masuk ke AS pada Juni 2025 melalui seorang pelancong asal Belanda. Sejak September 2025, penyebarannya meningkat pesat dan kini telah dilaporkan di 23 negara.

Secara evolusi, varian ini mirip dengan BA.2.86 yang muncul pada 2024 dan berevolusi menjadi JN.1—varian yang mendominasi sepanjang tahun lalu.

Namun, para peneliti dalam Laporan Mingguan Morbiditas dan Mortalitas Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) memperingatkan bahwa strain baru ini secara genetik berbeda dari garis keturunan JN.1 yang beredar sejak Januari 2024.

Mengapa Vaksin Terancam Kurang Efektif?

Perbedaan genetik ini menjadi alasan kuat perlunya pembaruan vaksin. Saat ini, vaksin yang tersedia hanya menargetkan subvarian JN.1.

BA.3.2 membawa sekitar 70 hingga 75 perubahan genetik pada protein lonjakannya—bagian virus yang digunakan untuk memasuki sel manusia. Mutasi inilah yang membuatnya lebih mudah menyebar dan menghindari perlindungan kekebalan tubuh.

Studi laboratorium menunjukkan bahwa BA.3.2 mampu menghindari antibodi pelindung yang diaktifkan oleh vaksin Covid.

“Vaksin mRNA Covid-19 adaptasi LP.8.1 tahun 2025–2026 menunjukkan perlindungan terhadap strain JN.1 yang saat ini dominan, tetapi memiliki netralisasi antibodi terendah terhadap BA.3.2 dalam studi laboratorium terhadap tujuh varian, yang berpotensi memengaruhi perlindungan yang diberikan oleh vaksin,” kata para peneliti.

Seberapa Bahaya Varian Ini?

Hingga saat ini, BA.3.2 telah ditemukan di berbagai wilayah mulai dari California, Florida, New York, hingga Texas dan Ohio. Meski persebarannya luas, kabar baiknya adalah varian ini belum menjadi yang dominan di AS menurut pelacak CDC.

Share
Related Articles
Daftar Makanan Sahur dan Buka Puasa
Health

Daftar Makanan yang Disarankan dan Dihindari Saat Sahur Maupun Berbuka Puasa

IKNPOS.ID – Perubahan pola makan selama bulan Ramadan dari tiga kali menjadi...