IKNPOS.ID – Masyarakat yang berencana menjadikan Istana Negara di Ibu Kota Nusantara (IKN) sebagai destinasi libur Lebaran 2026 wajib memperhatikan aturan protokoler yang ketat. Walaupun kawasan ini mengusung konsep ruang inklusif, Otorita IKN menegaskan bahwa standar busana dan perilaku tetap mengikuti aturan kenegaraan yang mutlak.
Akses menuju jantung pemerintahan baru ini menggunakan pengaturan kapasitas yang terbatas demi menjaga keamanan dan kekhidmatan area kepresidenan. Namun, kendala utama yang sering membuat pengunjung gagal masuk bukan sekadar masalah kuota, melainkan ketidaksiapan dalam memenuhi standar berpakaian formal.
Juru Bicara Kepala Otorita IKN, Troy Pantouw, mengingatkan bahwa kewibawaan Istana Negara tetap dijaga melalui aturan berpakaian yang tidak bisa ditawar. Pengunjung yang mengenakan pakaian santai khas rekreasi dipastikan akan tertahan di gerbang pemeriksaan.
“Khusus untuk memasuki kawasan Istana Negara, pengunjung tidak diperkenankan memakai sandal alias harus bersepatu. Selain itu, kami melarang keras penggunaan celana pendek, kaos oblong, hingga baju tanpa lengan,” tegas Troy dalam keterangannya, Minggu 22 Maret 2026.
Pendampingan 25 Pramuwisata Bersertifikat
Guna mengelola ribuan pengunjung yang diprediksi memadati Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) setiap harinya, OIKN menyiagakan 25 pramuwisata terlatih. Para pemandu ini merupakan representasi lokal yang telah menjalani program pemagangan selama satu tahun, dengan 20 orang di antaranya telah mengantongi sertifikasi resmi dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP).
Kehadiran pramuwisata dari kelompok sadar wisata (Pokdarwis) binaan OIKN ini sangat krusial. Mereka bertugas mengarahkan alur massa agar tidak terjadi penumpukan di titik-titik sensitif, sekaligus memberikan edukasi mengenai filosofi pembangunan IKN.
Destinasi Alternatif di Kawasan KIPP
Bagi masyarakat yang tidak masuk dalam kuota kunjungan langsung ke dalam Istana, OIKN telah menyiapkan berbagai destinasi alternatif yang tidak kalah menarik di sekitar area KIPP. Lokasi-lokasi seperti Plaza Seremoni, Embung MBH, Taman Kusuma Bangsa, hingga Masjid Negara tetap terbuka untuk dijelajahi.