IKNPOS.ID – Arus kendaraan menuju kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN) mengalami lonjakan signifikan selama periode mudik dan arus balik Lebaran 2026. Kepolisian mencatat puluhan ribu kendaraan memanfaatkan tol fungsional yang dibuka sementara.
Direktur Lalu Lintas Polda Kalimantan Timur, Ahmad Yanuari Insan, mengungkapkan peningkatan ini dipicu kebijakan pembukaan tol tanpa tarif di sejumlah ruas menuju IKN.
“Tol ini dioperasikan secara fungsional dan digratiskan untuk ruas tertentu, sehingga menarik minat masyarakat, baik untuk mudik maupun sekadar berkunjung,” ujarnya, Jumat (27/3/2026).
Berdasarkan data Operasi Ketupat Mahakam 2026, jumlah kendaraan yang mengarah ke IKN mencapai sekitar 53 ribu unit sepanjang pertengahan hingga akhir Maret 2026.
Angka ini melonjak tajam dibandingkan masa awal pembukaan tol yang sebelumnya hanya dilalui ratusan kendaraan per hari.
Pada tahap awal pengoperasian Rata-rata: sekitar 800 kendaraan per hari
Menjelang Lebaran Meningkat menjadi 2.000–2.500 kendaraan per hari
Lonjakan ini terjadi seiring meningkatnya mobilitas pemudik serta masyarakat yang memanfaatkan akses tol baru tersebut.
Puncak Arus Balik Capai 7.000 Kendaraan
Lonjakan tertinggi terjadi setelah Lebaran, tepatnya pada H+1 dan H+2. Selain arus balik, kawasan IKN juga menjadi destinasi wisata dadakan.
- Puncak kendaraan: 5.000–7.000 unit per hari
“Setelah Lebaran, volume kendaraan meningkat tajam karena banyak masyarakat yang berkunjung ke kawasan IKN,” jelas Insan.
Meski sebagian ruas digratiskan, tidak semua jalur tol menuju IKN bebas biaya.
- Ruas dari Gerbang Manggar tetap berbayar karena dikelola Jasa Marga
- Ruas gratis berlaku dari Seksi 3A hingga simpang Itci
Kebijakan ini membuat masyarakat memanfaatkan jalur gratis secara maksimal selama periode Lebaran.
Selain akses ke IKN, lonjakan kendaraan juga terjadi di Tol Balikpapan Samarinda.
- Total kendaraan: 187 ribu unit
- Kenaikan: sekitar 23 persen dibanding tahun sebelumnya
Hal ini menunjukkan peningkatan mobilitas masyarakat di Kalimantan Timur selama Lebaran 2026.
Meski terjadi lonjakan signifikan, pihak kepolisian memastikan kondisi lalu lintas tetap terkendali.
“Secara umum situasi aman dan lancar, tidak ada kejadian menonjol selama operasional tol fungsional ini,” tegas Insan.