Sementara itu, dari kelompok harga bergejolak (volatile food), beras tetap menjadi “bintang utama” penyumbang inflasi, diikuti daging ayam ras dan bawang merah. Di sisi lain, biaya pendidikan seperti akademi atau perguruan tinggi serta sewa rumah juga mulai merangkak naik dalam komponen inti.
“Berdasarkan kelompok pengeluarannya, inflasi year-on-year utamanya didorong oleh Perumahan, Air, Listrik, dan Bahan Bakar Rumah Tangga yang mengalami inflasi tinggi. Komoditas yang dominan memberikan andil inflasi pada Januari 2026 adalah tarif listrik,” tambah Ateng menjelaskan detail pengeluaran.
Harapan di Tengah Deflasi Sektor Keuangan
Meski hampir seluruh komponen mengalami kenaikan harga, ada sedikit kabar baik dari sektor Informasi, Komunikasi, dan Jasa Keuangan yang justru mengalami deflasi tahunan sebesar 0,19 persen. Namun, andilnya yang hanya minus 0,01 persen nampaknya belum cukup kuat untuk meredam “api” inflasi yang sedang membara di sektor energi dan pangan. (*)







