Kunjungan Publik Tembus 300 Ribu Orang Saat Nataru
Ketertarikan terhadap IKN tidak hanya datang dari kalangan akademisi dan pemangku kebijakan global, tetapi juga dari masyarakat luas.
Basuki mengungkapkan, pada periode libur Natal dan Tahun Baru 2026 (Nataru), jumlah pengunjung yang datang ke kawasan IKN menembus lebih dari 300 ribu orang.
Lonjakan kunjungan ini menunjukkan tingginya rasa ingin tahu publik terhadap perkembangan ibu kota baru Indonesia. Masyarakat ingin melihat langsung bagaimana wajah Nusantara sebagai kota masa depan yang mengusung konsep hijau dan berkelanjutan.
Menanggapi langsung apa yang mereka lihat di lapangan, salah satu dosen University of Maryland, Prof. Thomas C. Hilde, Ph.D., menyampaikan apresiasinya terhadap pembangunan IKN.
Menurutnya, Nusantara merupakan proyek besar yang tidak hanya penting bagi Indonesia, tetapi juga relevan secara global di tengah tantangan perubahan iklim dan urbanisasi cepat.
“IKN merupakan proyek ambisius yang luar biasa. Ambisi seperti ini sangat dibutuhkan untuk menciptakan masa depan yang hijau. Saya berharap IKN akan terus berkembang dan menjadi percontohan dunia,” ujar Thomas.
Pernyataan tersebut memperkuat posisi IKN sebagai salah satu proyek pembangunan kota paling ambisius di Asia Tenggara, bahkan dunia.







