Stabilitas Sebelum Turnamen Besar
Saat pertama kali menerima jabatan pelatih Inggris, Tuchel menandatangani kontrak 18 bulan. Kesepakatan awal itu dirancang agar ia memimpin tim hingga kampanye Piala Dunia selesai. Banyak pengamat memperkirakan ia akan kembali ke sepak bola klub setelahnya.
Namun perkembangan performa tim serta hubungan yang terjalin antara pelatih, pemain, dan federasi membuat situasi berubah. CEO FA, Mark Bullingham, menegaskan bahwa perpanjangan kontrak dilakukan demi menjaga fokus tim dan menghindari gangguan negosiasi di tengah turnamen.
Dalam pernyataannya, ia menekankan bahwa para pemain sepenuhnya mendukung Tuchel dan suasana kebersamaan dalam skuad terlihat jelas. Mengamankan kontrak hingga 2028 dianggap sebagai langkah strategis untuk memastikan stabilitas jelang kompetisi besar.
Keputusan ini juga menunjukkan kepercayaan penuh federasi terhadap proyek jangka panjang yang sedang dibangun.
Mengakhiri Spekulasi ke Klub Besar
Nama Tuchel sebelumnya sempat dikaitkan dengan Manchester United, terutama ketika klub tersebut mempertimbangkan perubahan manajerial. Spekulasi tersebut semakin menguat karena reputasi Tuchel sebagai pelatih berpengalaman di level elite Eropa.
Namun dalam pernyataan resminya, Tuchel menyebut jabatan pelatih Inggris sebagai “pekerjaan impian”. Ia mengaku tidak ragu menerima tawaran perpanjangan kontrak karena dukungan luar biasa dari federasi dan para pendukung.
Ia juga menyoroti pentingnya Euro 2028 yang akan digelar di Inggris. Turnamen tersebut dipandang sebagai kesempatan istimewa untuk bersaing di panggung terbesar dengan dukungan publik sendiri.
Fondasi Jangka Panjang
Perpanjangan kontrak ini tidak hanya menyangkut Tuchel, tetapi juga staf pelatihnya yang turut menandatangani kesepakatan hingga 2028. Konsistensi tim kepelatihan dinilai penting untuk menjaga filosofi permainan dan kesinambungan taktik.
FA dihadapkan pada dua pilihan: membiarkan Tuchel memasuki Piala Dunia dengan kontrak hampir habis, atau mengamankan masa depannya lebih awal. Federasi menilai risiko terbesar justru terletak pada ketidakpastian.
Langkah ini juga memberi sinyal kepada para pemain bahwa proyek jangka panjang tetap berjalan, terlepas dari dinamika hasil jangka pendek. Dalam sepak bola internasional, stabilitas sering kali menjadi fondasi keberhasilan.







