Catatan Dahlan Iskan

Tarim Habib

Share
tarun habib
Perkotaan dengan bangunan dari tanah.--
Share

 

Proses pengeringan bata tanah yang dikeringkan.–

Maka tembok bangunan di Tarim tebal-tebal. Tebalnya selebar bata tanah itu. Setelah jadi rumah musuhnya hanya satu: banjir. Langsung roboh.

Kalau hujan saja tidak apa-apa. Di sana jarang sekali hujan. Sekali hujan hanya sedikit menggerus tembok tanah itu.

Maka jangan membangun di aliran banjir. Daerah banjir juga sudah ditandai: jangan membangun di situ.Tentu kian tahun tembok itu kian tergerus. Untuk itu lima tahun sekali harus ditambal. Dirawat. Lalu dicat putih. Cat ala Tarim bukan cat kimia. ”Cat” putih itu terbuat dari batu yang dihancurkan.

Saya juga mendatangi ”pabrik” cat putih itu. Tumpukan batu dibakar selama 70 jam. Membakarnya pakai pelepah kurma kering. Setelah dipanaskan itu batu dihancurkan jadi tepung. Dimasukkan bejana besar. Lalu dicampur air. Diaduk terus menerus dengan alat aduk yang digerakkan listrik. Seperti mengaduk tepung untuk roti. Diaduk terus sampai 12 jam. Jadilah ”cat putih”.

Waini sudah ada pabrik semen di Hadramaut. Lima jam dari Tarim. Maka di daerah-daerah banjir pun kini berdiri rumah. Hanya bahannya dari semen.

Rasanya, kelak, gelombang semenisasi akan menggantikan yang serbatanah itu. Modernisasi akan sampai juga ke Tarim. Pada saatnya.(Dahlan Iskan)

 

Share
Related Articles
Catatan Dahlan Iskan

Kang Dasep

Oleh: Dahlan Iskan Semasih mahasiswa pun ia sudah menjuarai lomba robot tingkat...

Rencana Pindah
Catatan Dahlan Iskan

Rencana Pindah

Oleh: Dahlan Iskan Kian simpang siur. Pun setelah seluruh dunia ikut menderita...

Catatan Dahlan Iskan

Iri Masyaallah

Oleh: Dahlan Iskan Saat saya di Yaman itu rupanya lagi musim kawin....

Catatan Dahlan Iskan

Oei Al-Kaff

Oleh: Dahlan Iskan Foto di museum Mukalla ini tidak asing di literatur...