Home News Tarif Trump Kembali Mengguncang Asia, Perusahaan Bersiap Hadapi Ketidakpastian
News

Tarif Trump Kembali Mengguncang Asia, Perusahaan Bersiap Hadapi Ketidakpastian

Share
Trump, Image: GDJ / Pixabay
Share

Peran China dalam Rantai Pasok Asia

Meskipun tarif AS berfluktuasi, Tiongkok tetap menjadi pusat manufaktur utama di Asia. Produk yang diproduksi di Tiongkok masih terkena tarif, sehingga perusahaan tidak bisa sepenuhnya mengalihkan rantai pasokannya.

Selain itu, pabrikan Tiongkok menaikkan harga untuk mempertahankan kapasitas produksi, yang berarti perusahaan di negara lain harus bersaing dengan biaya produksi yang lebih tinggi dari Tiongkok.

Sharma menyatakan, “Sulit untuk mengeluarkan China dari perhitungan. Produk kami yang dibuat di sana tetap terkena tarif 25%.” Kemampuan Tiongkok untuk memproduksi dalam skala besar dan biaya rendah tetap menjadi keunggulan kompetitif yang sulit ditandingi.

Ketidakpastian yang Berkelanjutan

Langkah pemerintah AS yang mengubah tarif secara cepat, ditambah kemungkinan negosiasi antara Trump dan Presiden Tiongkok Xi Jinping, semakin menambah ketidakpastian. Reema Bhattacharya dari Verisk Maplecroft memperingatkan bahwa meskipun tarif global saat ini lebih rendah, risiko alat perdagangan yang lebih spesifik tetap ada, menggeser ketidakpastian dari tingkat negara ke sektor industri tertentu.

DHL dan FedEx mencatat bahwa keputusan operasional perusahaan menjadi lebih rumit karena aturan tarif yang berubah-ubah. DHL menyebutnya sebagai “lingkungan operasional yang lebih kompleks” sementara FedEx telah menempuh jalur hukum untuk meminta pengembalian tarif darurat yang sudah dibayarkan.

Kesimpulan

Tarif Trump yang terus berubah menciptakan lanskap bisnis yang tidak stabil bagi perusahaan di Asia. Perusahaan kini harus mengutamakan fleksibilitas, diversifikasi pasar, dan efisiensi operasional untuk tetap kompetitif.

Sementara Tiongkok tetap menjadi pusat manufaktur dominan, ketidakpastian tarif AS menekankan perlunya strategi jangka panjang yang mampu menyesuaikan diri dengan perubahan cepat dalam kebijakan perdagangan internasional.

Fenomena ini menunjukkan bagaimana keputusan politik di satu negara dapat berdampak luas pada dinamika ekonomi global.

Share
Related Articles
News

PT Bahtera Tullus Karya Diduga Langgar Hak PMI, KemenP2MI Bekukan Sementara Perusahaan

PT Bahtera Tullus Karya, perusahaan Penempatan Pekerja Migran Indonesia (P3MI), disanksi diberhentikan...

News

Kemenhaj Lantik 162 Pejabat, Fokus Tingkatkan Layanan dan Perlindungan Jemaah

Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) resmi melantik 162 pejabat baru yang terdiri...

News

Satgas Pastikan Harga Pangan Pontianak Tetap Terkendali

Satgas Ketahanan Pangan Kota Pontianak turun langsung ke lapangan untuk memantau kondisi...

News

Buntut Kasus Debt Collector Tusuk Nasabah, OJK Ancam Sanksi Tegas Mandiri Tunas Finance

IKNPOS.ID - Kasus penusukan advokat oleh oknum debt collector di Tangerang Selatan...