IKNPOS.ID – Hujan deras yang mengguyur wilayah Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, memicu luapan Sungai Citalahab hingga merendam permukiman warga di Kecamatan Pamarican, Senin malam. Aparat gabungan bergerak cepat mengevakuasi ratusan warga ke lokasi yang lebih aman.
Sebanyak 164 jiwa dari Desa Bangunsari terpaksa mengungsi untuk menghindari risiko banjir yang semakin meluas. Mereka dipindahkan ke dua titik pengungsian, yakni Masjid Nurul Hak dan Diniyah Al Ma’arif.
“Mengungsi 164 jiwa di Desa Bangunsari, titik pengungsian di Masjid Nurul Hak dan Diniyah Al Ma’arif,” kata Kepala BPBD Kabupaten Ciamis Ani Supiani di Ciamis, Selasa.
Ratusan Rumah dan Sawah Terendam
Ani menjelaskan, hujan berintensitas tinggi membuat debit air Sungai Citalahab meningkat drastis hingga meluap ke permukiman di dua desa, yakni Desa Bangunsari dan Desa Sukahurip.
Di Dusun Kubangsari, Desa Bangunsari, banjir tercatat merendam 260 rumah yang dihuni 282 kepala keluarga atau sebanyak 831 jiwa. Tak hanya rumah warga, genangan juga menutup lahan persawahan seluas kurang lebih 200 hektare dengan usia tanaman padi sekitar 80 hari.
Sementara itu, di Desa Sukahurip, banjir menggenangi 34 rumah di Dusun Sambungjaya dan 35 rumah di Dusun Kertajaya. Selain itu, tanggul sungai dilaporkan jebol dengan lebar sekitar 18 meter dan tinggi 6 meter, memperparah kondisi di lapangan.
“Untuk kerugian materil masih dalam proses kaji cepat,” katanya.
Banjir Terjadi Dua Kali dalam Sepekan
Ani menyebutkan, peristiwa ini bukan yang pertama. Sebelumnya, luapan sungai juga terjadi pada 9 Februari. Selang sepekan, banjir kembali menggenangi rumah dan lahan pertanian warga pada 16 Februari.
Upaya penanganan tanggul sebenarnya tengah dilakukan oleh Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Citanduy. Namun, hujan deras yang kembali turun menyebabkan air sungai kembali meluap dan menjebol tanggul yang sedang dalam perbaikan sementara.
“Terjadi kembali aliran Sungai Citalahab meluap dan menjebol kembali tanggul yang sedang dilakukan penanganan sementara oleh BBWS Citanduy, sehingga merendam kembali pemukiman dan area persawahan,” katanya.






