IKNPOS.ID – Tottenham Hotspur bergerak cepat setelah memutuskan untuk berpisah dengan Thomas Frank. Klub London Utara itu tengah menyiapkan pelatih interim yang akan memimpin tim hingga akhir musim, sebelum menunjuk manajer permanen pada musim panas mendatang.
Keputusan tersebut muncul di tengah tekanan kompetisi. Spurs saat ini hanya terpaut lima poin dari zona degradasi Liga Inggris. Situasi makin rumit setelah tim tersingkir dari ajang FA Cup pada babak ketiga, yang membuat jadwal pertandingan mereka sedikit lebih longgar dalam beberapa hari terakhir.
Transisi Cepat sebelum Pemain Kembali Berlatih
Menurut laporan BBC Sport, manajemen Spurs berupaya merampungkan penunjukan pelatih interim sebelum para pemain kembali berlatih pada Senin. Disebutkan bahwa klub percaya diri dapat menyelesaikan kesepakatan dalam waktu dekat agar tidak terjadi kekosongan kepemimpinan.
Dalam laporan tersebut juga dijelaskan bahwa opsi pelatih di tengah musim relatif terbatas. Banyak kandidat potensial masih terikat kontrak dengan klub masing-masing. Karena itu, Spurs memilih pendekatan dua tahap: solusi jangka pendek melalui pelatih interim, lalu pencarian manajer permanen yang lebih menyeluruh pada musim panas.
Dengan tidak adanya pertandingan akhir pekan ini, skuad utama diberikan waktu istirahat singkat. Momentum ini dinilai krusial untuk menyegarkan mental pemain sekaligus memulai babak baru di bawah arahan pelatih sementara.
Derby Kontra Arsenal Jadi Ujian Awal
Pelatih interim yang ditunjuk nantinya akan langsung menghadapi laga penting, yakni derby London Utara melawan Arsenal pada 22 Februari. Pertandingan ini memiliki nilai strategis sekaligus emosional bagi kedua kubu.
BBC juga menyoroti bahwa Spurs memiliki jeda sembilan hari sebelum derby tersebut. Waktu ini dapat dimanfaatkan untuk memperbaiki organisasi permainan, membangun kembali kepercayaan diri, dan menata ulang pendekatan taktik.
Jarak lima poin dari zona degradasi menempatkan Spurs dalam situasi yang belum sepenuhnya aman. Liga Inggris dikenal kompetitif hingga pekan terakhir, sehingga stabilitas performa menjadi kebutuhan mendesak.







