“Ini berarti para CEO platform teknologi dapat menghadapi tanggung jawab pidana apabila gagal menghapus konten ilegal atau bermuatan kebencian,” katanya dalam forum tersebut.
Tak hanya berhenti pada penyusunan aturan, Sanchez juga mengungkapkan rencana kerja sama antara kabinet dan kejaksaan. Kolaborasi ini ditujukan untuk menyelidiki dugaan pelanggaran hukum yang berkaitan dengan aktivitas sejumlah platform digital besar.
Beberapa platform yang disebut antara lain TikTok, Instagram milik Meta, serta Grok. Pemerintah ingin memastikan bahwa setiap platform yang beroperasi di wilayah Spanyol mematuhi aturan nasional dan bertanggung jawab atas dampak layanannya.
Dalam kesempatan yang sama, Sanchez menegaskan posisi Spanyol dalam isu kedaulatan digital. Ia menolak anggapan bahwa kebijakan ini akan melemahkan iklim inovasi atau tunduk pada tekanan dari pihak luar.
Ia menegaskan Spanyol berkomitmen mempertahankan kedaulatan digital nasional dan tidak akan tunduk pada tekanan eksternal dalam menetapkan aturan bagi perusahaan teknologi global.
Sumber: Sputnik







