IKNPOS.ID – Kabar yang Anda tunggu-tunggu akhirnya tiba! Penentuan awal puasa Ramadhan 1447 Hijriah tahun ini mencatatkan sejarah baru bagi Indonesia. Untuk pertama kalinya, Ibu Kota Nusantara (IKN) resmi menjadi salah satu titik pusat pemantauan hilal atau rukyatul hilal di tanah air. Fenomena ini tentu menjadi sorotan publik, mengingat IKN kini merupakan simbol masa depan bangsa.
Jika Anda merasa penasaran kapan tepatnya kita mulai melaksanakan ibadah puasa, Anda tidak sendirian. Jutaan umat Muslim di Indonesia sedang menanti hasil dari observasi lapangan yang berlangsung sore ini. Jangan sampai Anda ketinggalan informasi krusial ini agar persiapan menyambut bulan suci menjadi lebih matang dan tenang.
Pertama dalam Sejarah: Teropong Canggih Bidik Hilal dari IKN
Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) Kalimantan Timur mengambil langkah berani dengan memilih kawasan IKN sebagai titik pantau utama. Lokasi ini tidak dipilih sembarangan. Petugas mencari titik tertinggi agar jarak pandang ke arah ufuk barat menjadi sangat optimal tanpa terhalang bangunan atau pepohonan.
Kepala Kanwil Kemenag Kaltim, Abdul Khaliq, mengungkapkan bahwa pemantauan di IKN dijadwalkan mulai pukul 16.00 WITA. Titik strategis ini kemungkinan besar berada di Rusun ASN 1, sebuah lokasi yang memiliki ketinggian memadai untuk mengamati benda langit secara presisi.
“Kami bekerja sama dengan Kemenag Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU). Lokasi pengamatan dipilih secara khusus agar jarak pandang optimal, kemungkinan besar di Rusun ASN 1 karena posisinya cukup tinggi,” tegas Abdul Khaliq di Samarinda, Selasa (17/2/2026).
Ramadhan 2026: Pakai Kriteria MABIMS, Hilal Harus 3 Derajat
Penentuan awal puasa tahun ini tetap mengacu pada standar internasional MABIMS (Brunei, Indonesia, Malaysia, dan Singapura). Artinya, hilal bisa dianggap sah jika sudah mencapai ketinggian minimal 3 derajat dengan sudut elongasi 6,4 derajat. Jika angka ini tidak tercapai, maka secara otomatis kalender hijriah akan mengalami pembulatan atau istikmal.







