IKNPOS.ID – Sentimen negatif sedang membayangi para pemegang aset kripto Pi Network (PI). Berdasarkan data pasar terbaru pada Rabu, 11 Februari 2026, harga token PI mencatatkan sejarah kelam dengan menyentuh titik terendah sepanjang masa (All-Time Low/ATL) di level 0,1327 dolar AS.
Penurunan ini terjadi hanya dalam hitungan menit yang lalu, menandai tekanan jual yang sangat tinggi di pasar global. Dalam 24 jam terakhir, harga PI terkoreksi sekitar 4,31 persen. Meskipun sempat mencoba bertahan di angka tertinggi harian 0,1395 dolar AS, nyatanya kekuatan pasar belum mampu mengangkat kembali nilai aset digital ini ke zona hijau.
Anjlok Drastis dari Harga Tertinggi
Kondisi saat ini berbanding terbalik dengan pencapaian PI tepat satu tahun yang lalu. Pada 26 Februari 2025, token ini pernah mencapai harga tertinggi sepanjang masa (All-Time High) di angka 2,98 dolar AS. Jika membandingkan dengan harga hari ini, nilai Pi Network telah merosot tajam hingga lebih dari 95,55 persen.
Berdasarkan data kapitalisasi pasar, PI kini memiliki valuasi pasar sebesar 1,19 miliar dolar AS dengan volume perdagangan harian mencapai 11,86 juta dolar AS. Meskipun volume transaksi naik tipis sekitar 4,61 persen, kenaikan ini justru mengindikasikan banyaknya aksi jual yang dilakukan oleh para investor di tengah ketidakpastian pasar.
Suplai dan Distribusi Pasar
Hingga saat ini, total pasokan maksimal token PI mencapai 100 miliar koin, namun jumlah yang beredar di masyarakat baru menyentuh angka 8,99 miliar koin. Rendahnya rasio perbandingan antara volume harian dan kapitalisasi pasar (hanya sebesar 0,99 persen) menunjukkan likuiditas aset ini masih sangat terbatas.
Para analis pasar menyarankan investor untuk tetap waspada mengingat volatilitas yang sangat tinggi pada aset ini. Meskipun komunitas “Pioneer” masih sangat besar secara global, perkembangan teknis dan kepastian mengenai ekosistem Mainnet tetap menjadi faktor penentu apakah harga PI mampu kembali bangkit atau justru semakin terjerembap.