IKNPOS.ID – Ibu Kota Nusantara (IKN) kembali menorehkan pencapaian besar. Setelah Istana Garuda yang ikonik, kini giliran Istana Wakil Presiden yang dinyatakan rampung secara fisik.
Bukan sekadar gedung pemerintahan biasa, istana ini hadir dengan perpaduan apik antara kecanggihan modern, efisiensi energi, dan penghormatan mendalam terhadap budaya lokal Kalimantan.
Kepala Otorita IKN, Basuki Hadimuljono, mengonfirmasi bahwa progres pembangunan fisik di Kecamatan Sepaku ini telah menyentuh angka 100 persen.
“Progres fisik Istana Wakil Presiden sudah capai 100 persen. Saat ini fokus pengerjaan beralih ke pengadaan mebel dan interior,” ujar Basuki (Selasa, 3/2/2026).
Filosofi “Huma Betang Umai”: Istana dengan Jiwa Ibu
Salah satu daya tarik utama dari Istana Wakil Presiden ini adalah konsep arsitekturnya yang sarat makna. Mengambil inspirasi dari bahasa Dayak, istana ini mengusung tema “Huma Betang Umai”.
Huma Betang: Merujuk pada rumah panggung panjang khas Kalimantan yang melambangkan kebersamaan.
Umai: Berarti Ibu.
Konsep ini merepresentasikan istana sebagai sosok ibu: pengayom, pelindung, pemberi, dan pemelihara. Tak heran jika desainnya terlihat megah namun tetap terasa hangat dan menyatu dengan alam sekitarnya.
Bangunan Masa Depan: Canggih, Dingin, dan Hemat Energi
IKN memang dirancang sebagai kota berkelanjutan, dan Istana Wapres adalah bukti nyatanya. Gedung ini tidak “haus” energi. Berikut adalah beberapa fitur canggih yang diterapkan:
Pendingin Hibrida: Memanfaatkan sirkulasi udara silang secara maksimal, sehingga pemakaian AC bisa ditekan seminimal mungkin.
Smart Orientation: Posisi bangunan mengikuti arah matahari pada sumbu barat dan timur. Strategi ini efektif mengurangi panas yang masuk ke dalam gedung secara alami.
Eco-Friendly: Desainnya dibuat tidak konsumtif terhadap energi demi menjaga kesehatan pengguna dan kenyamanan lingkungan
Angka di Balik Kemegahan Istana Wapres
Membangun simbol negara tentu membutuhkan skala yang luar biasa.
Berikut adalah rincian teknis dari proyek raksasa ini:






