Percepatan Layanan Publik Berbasis Digital
Seiring meningkatnya kompleksitas wilayah, reformasi birokrasi juga dipercepat. Salah satu langkah nyata adalah digitalisasi layanan publik di Penajam Paser Utara.
Pemerintah kabupaten mulai mengembangkan sistem pelayanan berbasis elektronik untuk meningkatkan efisiensi, transparansi, dan kemudahan akses masyarakat.
Transformasi digital ini dinilai penting agar tata kelola pemerintahan mampu mengikuti standar kota modern yang selaras dengan konsep smart city di IKN.
Peran Strategis sebagai Pintu Gerbang IKN
Sebagai wilayah yang berbatasan langsung dan menjadi akses utama menuju kawasan inti ibu kota baru, Penajam Paser Utara memegang peran strategis sebagai pintu gerbang IKN.
Peran ini menuntut kesiapan di berbagai sektor, mulai dari:
Infrastruktur dasar
Transportasi
Layanan publik
Sistem pemerintahan adaptif
Kesiapan tersebut menjadi krusial agar arus manusia, logistik, dan investasi dapat terkelola dengan baik tanpa menimbulkan tekanan berlebihan pada wilayah lokal.
Target Air Bersih 100 Persen di Sepaku
Selain infrastruktur dan tata kelola, pemerintah daerah juga menaruh perhatian besar pada layanan dasar masyarakat, khususnya air bersih.
Pemkab Penajam Paser Utara menargetkan cakupan layanan air bersih di Kecamatan Sepaku—yang kini masuk kawasan IKN—bisa mencapai 100 persen.
Target tersebut akan didukung pembangunan tiga instalasi pengolahan air atau Water Treatment Plant (WTP) di wilayah setempat.
Langkah ini diambil untuk memastikan kebutuhan dasar warga dan pendatang di kawasan ibu kota baru dapat terpenuhi secara optimal.
Integrasi untuk Pertumbuhan Berkeadilan
Integrasi pembangunan PPU dengan IKN bukan sekadar penyesuaian wilayah, melainkan strategi besar agar daerah penyangga ikut tumbuh bersama.
Pemerintah daerah ingin memastikan bahwa:
Masyarakat lokal mendapat manfaat ekonomi
Lingkungan tetap terjaga
Infrastruktur berkembang merata
Layanan publik meningkat
Dengan perencanaan yang terintegrasi dan berkelanjutan, Penajam Paser Utara diharapkan tidak hanya menjadi wilayah penyangga, tetapi juga motor pertumbuhan baru di era ibu kota Nusantara.







