IKNPOS.ID – Kepercayaan terhadap pemain muda kembali menjadi sorotan di Manchester United. Di bawah arahan pelatih interim Michael Carrick, klub yang bermarkas di Old Trafford itu menunjukkan sinyal kuat untuk kembali pada identitas lamanya: memberi ruang bagi talenta akademi berkembang di level tertinggi.
Dalam wawancara mendalam bersama Mark Chapman di program produksi BBC Sport, Carrick berbicara terbuka tentang filosofi kepelatihannya, kebanggaannya terhadap tradisi akademi, serta alasan di balik keputusannya mempercayakan menit bermain kepada gelandang muda Kobbie Mainoo.
Tradisi Akademi yang Tak Terputus
Manchester United dikenal memiliki salah satu sistem pembinaan pemain muda paling konsisten dalam sejarah sepak bola Inggris. Sejak dekade 1930-an, selalu ada lulusan akademi yang masuk dalam skuad pertandingan tim utama. Tradisi panjang ini bukan sekadar statistik, melainkan bagian dari identitas klub.
Carrick menegaskan bahwa catatan tersebut bukan beban, melainkan sumber kebanggaan. Ia menyebutnya sebagai fondasi yang membentuk karakter Manchester United selama puluhan tahun. Baginya, menjaga kesinambungan itu adalah tanggung jawab bersama seluruh staf dan manajemen.
Ia menilai akademi bukan hanya tentang melahirkan pemain untuk tim utama. Banyak lulusan yang mungkin tidak mencatat debut di Old Trafford, tetapi tetap membangun karier gemilang di klub lain. Fakta itu menunjukkan bahwa sistem pembinaan berjalan sehat dan konsisten.
Kepercayaan pada Kobbie Mainoo
Salah satu keputusan paling disorot dari masa kepelatihan Carrick adalah perannya dalam mengangkat kembali nama Kobbie Mainoo. Pemain berusia 20 tahun itu sempat jarang tampil sebelumnya, tetapi kini menjadi bagian penting dalam skema permainan.
Carrick bukan sosok asing bagi Mainoo. Ia telah mengenal sang pemain sejak usia remaja ketika mulai menjalani proses lisensi kepelatihan. Pengalaman panjang itu memberinya keyakinan terhadap kapasitas teknis dan mental sang gelandang.
Ia menyebut Mainoo sebagai talenta besar yang sudah mampu tampil matang di laga-laga penting. Menurut Carrick, keputusan menurunkannya bukan langkah berisiko, melainkan pilihan yang logis berdasarkan kualitas yang ia lihat secara langsung selama bertahun-tahun.
Pendekatannya pun terbilang sederhana. Alih-alih membebani dengan instruksi kompleks, Carrick memilih memberi kebebasan agar Mainoo menemukan kembali ritme permainannya. Ia hanya menambahkan arahan kecil terkait posisi dan detail taktis.







