Pendekatan Menyeluruh untuk Perubahan Berkelanjutan
Kolaborasi yang telah memasuki tahun kedua ini menargetkan dampak jangka panjang hingga 2027 dan seterusnya. Pada tahun sebelumnya, sebanyak 20 kegiatan telah dijalankan untuk mendukung PAUD dan SD di wilayah sasaran.
Pendekatan yang digunakan dikenal sebagai whole school approach, yakni pendampingan menyeluruh terhadap seluruh elemen sekolah. Tidak hanya guru kelas yang mendapat pembinaan, tetapi juga kepala sekolah dan manajemen pendidikan.
Regional Lead Kalimantan Tanoto Foundation, Roselina Ping Juan, menyampaikan bahwa tujuan akhirnya adalah peningkatan rapor pendidikan sekolah-sekolah yang didampingi. Pendekatan komprehensif ini diharapkan mampu memperbaiki kualitas pembelajaran secara sistemik, bukan parsial.
Penguatan manajemen sekolah menjadi bagian penting dari program. Kepemimpinan kepala sekolah dinilai sebagai kunci dalam menciptakan budaya belajar yang sehat, disiplin, dan inovatif. Tanpa manajemen yang kuat, pelatihan guru sering kali tidak menghasilkan perubahan signifikan.
Literasi sebagai Fondasi Generasi Masa Depan
Selain pelatihan dan pendampingan, program ini juga menghadirkan dukungan konkret berupa hibah 1.260 buku bacaan bermutu yang didistribusikan ke 10 sekolah. Bantuan literasi ini dirancang untuk memperkaya bahan ajar serta mendorong minat baca siswa sejak dini.
Di tengah tantangan literasi nasional, langkah ini menjadi sinyal bahwa IKN ingin memulai standar pendidikan dengan kualitas yang lebih baik sejak awal pembangunannya. Buku-buku tersebut diharapkan tidak hanya memperkaya perpustakaan sekolah, tetapi juga menumbuhkan budaya membaca yang konsisten.
Literasi yang kuat akan berdampak luas, mulai dari kemampuan berpikir kritis hingga kesiapan menghadapi jenjang pendidikan lebih tinggi. Dengan memperkuat literasi di tingkat PAUD dan SD, fondasi akademik anak dibangun secara lebih stabil.
Pendidikan sebagai Pilar Kota Masa Depan
Pembangunan IKN selama ini banyak disorot dari sisi fisik: gedung pemerintahan, infrastruktur jalan, hingga kawasan inti pusat pemerintahan. Namun, langkah penguatan pendidikan menunjukkan bahwa transformasi sosial juga menjadi agenda prioritas.
Dengan melibatkan guru, kepala sekolah, manajemen pendidikan, serta orang tua dalam satu kerangka kerja terpadu, Otorita IKN berupaya menciptakan model pendidikan yang adaptif dan kolaboratif.
Jika target peningkatan rapor pendidikan tercapai pada 2027, model ini berpotensi menjadi contoh bagi daerah lain. Kawasan yang sejak awal dirancang sebagai kota masa depan tentu membutuhkan generasi yang siap bersaing, berpikir kritis, dan memiliki karakter kuat.
Kolaborasi antara pemerintah dan lembaga filantropi pendidikan ini memperlihatkan bahwa pembangunan manusia tidak bisa ditunda. Infrastruktur dapat dibangun dalam hitungan tahun, tetapi kualitas sumber daya manusia memerlukan proses berkelanjutan dan keterlibatan seluruh lapisan masyarakat.







