Dukungan Pemerintah Daerah dan Strategi Pembangunan
Wakil Gubernur Kalimantan Timur, Seno Aji, menekankan peran strategis NU dalam mendukung pembangunan daerah dan IKN ke depan. Menurutnya, NU harus menjadi pelopor dalam membangun Kalimantan Timur dan ibu kota baru. Ia menambahkan, “Kami berharap kita dapat terus berdoa bersama agar Kalimantan Timur dan IKN dijauhkan dari konflik dan bencana.”
Pendekatan ini menunjukkan bahwa pembangunan wilayah baru tidak hanya bergantung pada infrastruktur dan investasi, tetapi juga pada peran komunitas dan nilai-nilai spiritual yang dijunjung tinggi. Sinergi antara pemerintah, organisasi keagamaan, dan masyarakat menjadi fondasi penting untuk menciptakan kota yang inklusif dan damai.
Integrasi Nilai Spiritual dan Kebangsaan
Selain pembangunan fisik, NU menekankan pentingnya penguatan nilai spiritual, kebangsaan, dan toleransi. Kehadiran organisasi ini di IKN diharapkan mampu membangun kesadaran kolektif tentang pentingnya menghormati perbedaan dan menjaga persatuan. Program-program seperti doa bersama, peringatan Hari Santri, dan kirab spiritual menjadi sarana konkret untuk menanamkan nilai-nilai ini di masyarakat.
Pendekatan semacam ini sejalan dengan pemikiran modern tentang pembangunan berkelanjutan, di mana pembangunan fisik harus dibarengi dengan pembangunan sosial dan moral agar tercipta masyarakat yang harmonis dan resilient.
Kesimpulan
Peran NU di Ibu Kota Nusantara menegaskan bahwa pembangunan tidak hanya soal gedung dan infrastruktur, tetapi juga tentang membina masyarakat yang toleran, inklusif, dan berlandaskan nilai spiritual. Dengan dukungan ulama dan komunitas keagamaan, IKN diharapkan menjadi simbol keragaman yang hidup dan harmonis. Sinergi antara pembangunan fisik dan penguatan nilai-nilai spiritual ini menegaskan bahwa toleransi dan kebangsaan adalah fondasi utama dalam mewujudkan ibu kota baru yang berkelanjutan.







